Permainan Edukatif

Dengan berkembangnya teknologi khususnya di Indonesia berkembang pulalah metode pembelajaran di Indonesia. Yang tadinya bersifat tradisional yaitu guru menerangkan di dapan kelas dan murid mendengarkan. Sekarang dengan kemajuan teknologi ada cara lain untuk melakukan metode pembelajaran khususnya untuk anak-anak yaiut permainan edukatif. Permainan edukatif itu sendiri adalah merupakan semua bentuk permainan yang dirancang untuk memberikan pengalaman pendidikan atau pengalaman belajar kepada para pemainnya. Dimana permainan edukatif juga merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan dan dapat merupakan cara yang mendidik. Jadi permainan edukatif adalah semua jenis permainan yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan dan jenis permainan yang bersifat edukatif demi kepentingan peserta didik. Dimana permainan edukatif dapat meningkatkan kemampuan berfikir, berbahasa, serta bergaul dengan orang lain. Selain itu anak dapat menguatkan anggota badan, menjadi lebih terampil dan menumbuhkan serta mengembangkan kepribadiannya. Permainan edukatif merupakan permainan yang dirancang dan dibuat untuk merangsang daya pikir anak termasuk meningkatkan kemampuan berkonsentrasi dan memecahkan masalah.

Model pengembangan permainan edukatif, menggunakan model perancangan sistem berbantuan komputer, yang dikembangkan oleh Roblyer & Hall pada tahun 1985. Model ini terdiri dari tiga fase, dimana tiap fase saling berhubungan dan melengkapi. Adapun ke-3 fase tersebut adalah : fase perancangan, fase pra-pemrograman dan fase pengembangan atau evaluasi.

(sumber: Handriyantini, E. (2009). Permainan edukatif (educational games) berbasis komputer untuk siswa sekolah dasar. E-Indonesia invitiative 2009 (eII2009), hal 130.

Adapun manfaat yang dapat diperoleh melalui permainan edukatif berbasis komputer ialah :

a)        Melatih kemampuan motorik

Permainan edukatif berbasis komputer dapat dirancang untuk menstimulasi motorik halus dan motorik kasar anak. Rangsangan motorik halus diperoleh pada saat anak memegang mouse maupun keyboard, mengerjakan permainan dan lain-lain. Sedangkan rangsangan motorik kasar diperoleh pada saat anak menggerak-gerakkan mouse dalam suatu permainan, duduk dan lain-lain.

b)      Melatih konsentrasi

Permainan edukatif dirancang untuk menggali kemampuan anak, termasuk kemampuannya dalam berkonsentrasi. Saat anak bermain misalnya melengkapi kata anak dituntut untuk fokus pada gambar atau bentuk yang ada di depannya, sehingga konsentrasinya bisa lebih tergali. Selain itu, adanya suara, musik, serta animasi akan membantu anak untuk lebih berkonsentrasi.

c)        Melatih konsep sebab akibat

Melalui permainan edukatif berbasis komputer, anak akan dilatih konsep sebab akibat melalui permainan-permainan yang disajikan. Misalnya: pada saat anak meng-inputkan jawaban yang salah, komputer akan mengeluarkan respon suara. Hal ini akan melatih anak untuk belajar sambil memahami sebab akibat dari jawaban yang diberikan.

Selain itu juga permainan edukatif tidak hanya sekedar membuat anak menikmati permainan tapi juga dituntut agar membuat anak untuk teliti dan tekun ketika mengerjakan mainan tersebut. Para ahli psikologi menggunakan sebutan awal masa kanak-kanak sebagai usia menjelajah, usia bertanya dan usia kreatif (Hurlock, 1994: 109).

(sumber: Hurlock, E.B. (1993). Psikologi perkembangan: suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Penterjemah: Istiwidayanti dan soedjarwo. Jakarta: Erlangga)

Maka dari itu permainan edukatif sangat diperlukan dan sangat berperan penting dalam tumbuh kembang anak terutama pada usia dini. Jadi pembelajaran melalui permainan edukatif berbasis komputer bertujuan untuk membawa anak dalam suasana belajar yang menyenangkan. Karena bagi anak bermain adalah kegiatan yang sangat menyenagkan. Sehingga diharapkan dengan pembelajaran bedukatif berbasis komputer ini anak bisa bermain sambil belajar, sehingga dapat meningkatkan tumbuh kembang anak. Banyak hal yang bisa diperoleh anak dengan pembelajaran melalui permainan edukatif ini, selain sebagai alat belajar, bermain bagi anak juga merupakan kebutuhan hidup seperti bergerak, berlari dan berpikir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: