Mengenal lebih jauh Bapak Psikologi Indonesia

Posted in Uncategorized on April 16, 2010 by ainiyuwanisa

Saya merupakan mahasiswa Psikologi, pada semester terakhir saya mendapatkan mata kulaih Kode Etik Psikologi. Dari mata kuliah tersebut saya menjadi tahu nanti setelah saya lulus dari sarjana Psikologi saya akan mejadi apa agar pekerjaan saya nanti sesuai dengan bidang saya. Dan saya juga mengetahui siapa Bapak Psikologi Indonesia, memang disayangkan saya baru mengetahui siapa Bapak Psikologi Indonesia pada semester terakhir saya. Kemudian saya langsung browsing mengenai Bapak Psikologi Indonesia, berikut merupakan bibiografi Bapak Psikologi Indonesia- Bapak Prof. Dr. Slamet Iman Santoso :

Nama :
Prof. Dr. Slamet Iman Santoso
Lahir :
Wonosobo, Jawa Tengah, 7 September 1907
Meninggal:
Jakarta, 9 November 2004
Agama :
Islam
Isteri:
Suprapti Sutejo (Meninggal November 1983)
Anak:
Tujuh orang

Pendidikan :
– Europeesche Lagere School (ELS), Magelang 1912-1917)
– Hollandsch Inlandsche School (HIS), Magelang 1918-1920
– Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), Magelang (1920-1923)
– MAS-B, Yogyakarta (1923-1926)
– Indische Arts, Stovia (1926-1932)
– Geneeskunde School of Arts, Batavia Sentrum (1932-1934).

Karir :
– Pendiri Fakultas Psikologi UI, Jakarta (1953-1972)
– Pembantu Rektor Bidang Akademis Universitas Indonesia (1962-1972)
– Guru Besar Fakultas Kedokteran UI dan Fakultas Psikologi UI (1950-1953)
– Dosen Lemhanas
– Guru Besar Fakultas Psikologi UI
– Dewan kurator Universitas Mertju Buana

Karya Tulis, al:
– Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Sinar Hudaya, Jakarta (1977)
– The Social Background For Psychotheraphy in Indonesia
– Psychiatry dan Masyarakat; Kesejahteraan Jiwa; School Health in the Community
– Sekolah Sebagai Sumber Penyakit atau Sumber Kesehatan
– Dasar Stadium Generale, Pendidikan Universitas Atas Dasar Teknik dan Keilmuwan, Dasar-dasar Pokok Pendidikan

Penghargaan:
– Bintang Jasa Mahaputra Utama (III) pada tanggal 19 Mei 1973
– Tokoh Pendidikan Nasional dari IKIP Jakarta (UNJ) pada tahun 1978
– Penghargaan Wahidin Sodiro Hoesodo dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada tahun 1989.

Alamat Rumah :
Jalan Cimandiri 26, Jakarta Pusat

Slamet Iman Santoso (1907-2004) – Bapak Psikologi Indonesia

Profesor emeritus Fakultas Psikologi UI yang meninggal dalam usia 97 tahun, Selasa 9 November 2004 dini hari pukul 00.30, ini tidak saja perintis dan pendiri Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tetapi juga perintis studi psikologi di Indonesia. Patutlah dia digelari Bapak Psikologi Indonesia. Psikiater kelahiran Wonosobo, Jawa Tengah, 7 September 1907, ini juga ikut mendirikan beberapa universitas.

Pria yang senang berpakaian putih-putih ini dikenal jujur, jernih, tegas dan konsisten. Prinsip hidupnya tak pernah berubah sampai akhir hayatnya. Penerima Bintang Mahaputra Utama III (1973) ini, menurut puteranya Dr Oerip Setiono, meninggal setelah tiga tahun terakhir terbaring di rumah kediamannya, Jl Cimandiri 26, Jakarta Pusat. Jenazahnya dimakamkan di TPU Menteng Pulo setelah sebelumnya disemayamkan di aula FKUI Salemba, Jakarta. Dia meninggalkan tujuh anak, 13 cucu dan delapan buyut.
Isterinya, Suprapti Sutejo, sudah terlebih dahulu meninggal pada November 1983.

Penerima penghargaan sebagai Tokoh Pendidikan Nasional dari IKIP Jakarta (UNJ) pada tahun 1978, ini selain sebagai perintis dan pendiri Fakultas Psikologi UI juga ikut mendirikan Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, Universitas Airlangga dan Universitas Hasanuddin. Motivasi mantan Direktur Rumah Sakit Jiwa Gloegoer, Medan (1937-1938), ini merintis dan mendirikan fakultas psikologi, karena sebagai psikiater menemukan banyak masalah yang tidak bisa dipecahkan oleh psikiater. Dalam
bidang profesi kedokteran, dia menerima penghargaan Wahidin Sodiro Hoesodo dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada tahun 1989.

Sebagai seorang ahli psikologi, tahun 1961, dia memimpin sekitar lima puluh mahasiswa Fakultas Psikologi UI, mengunjungi penduduk yang terkena gusuran pembuatan Istana Olahraga Senayan dan dipindahkan ke daerah Tebet dan Penjaringan. Mereka berdialog dengan penduduk tergusur itu. Kunjungan ini, menjadi awal pogram mahasiswa turun ke lapangan (masyarakat).

Bidang studi psikologi pun makin menarik perhatian banyak orang. Masa-masa psikologi mengalami kesulitan (saat psikologi hanyalah sebuah jurusan dalam lingkungan FKUI), seperti sudah terlupakan. Saat itu, kata Slamet dalam pidato ketika menerima penghargaan bintang jasa Mahaputra Utama III
(1973), dia merasa ibarat seorang yang sedang berdiri seorang diri di tepi pasir yang gersang tanpa pedoman untuk melintasinya sambil mengajak saudara-saudara mengembangkan disiplin ilmu yang baru ini.

Conny Semiawan, mantan rektor IKIP Jakarta yang juga murid dan sempat menjadi asisten Slamet Iman dalam menguji mahasiswa, mengenang Slamet sebagai orang yang sangat tertib, teliti dan juga memiliki wawasan yang sangat luas, selalu berfikir filosofis meskipun bukan ahli filsafat. Dalam
menguji mahasiswa, Slamet selalu menegaskan jangan menanyakan apa yang kamu ketahui, tetapi usahakan untuk bertanya apa yang dipahami mahasiswa. Dengan demikian dialog akan terjadi dan mahasiswa dapat mengaktualisasikan dirinya.

Menurut Conny Semiawan, Slamet adalah tokoh pendidikan yang berani. Dia adalah orang pertama mengusulkan perlunya satu standar bagi semua jenjang pendidikan di Indonesia. Usul yang dia lontarkan sepanjang tahun 1979-1981ini membuat heboh dunia pendidikan. Dia juga orang yang mengkritik keras
minimnya gaji guru yang dia sebut dapat merusak dunia pendidikan. Dia membandingkan gaji guru jaman Belanda yang dua kali lipat daripada gaji dokter. Sehingga guru tak perlu mencari tambahan dan dunia pendidikan tidak dicampurbaurkan dengan bisnis.

Dia juga mempunyai andil besar dalam merintis program penerimaan mahasiswa melalui UMPTN. Ketika itu (1979-1980), Slamet menjadi Ketua Komisi Pembaruan Pendidikan Nasional (KPPN, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan). Saat itu terjadi booming lulusan SMA yang ingin masuk
Perguruan Tinggi Negeri. Sebagai contoh, UI yang kapasitasnya sekitar 800 mahasiswa tapi jumlah pendaftar 4000 orang.

Maka melalui komite yang diketuainya dibentuklah satu sistempenerimaan calon mahasiswa yang sejak 1979 sudah berlangsung dengan nama yang sekian kali berubah mulai dari Skalu, Proyek Perintis, Sipenmaru (Sistim Penerimaan Mahasiswa Baru) dan UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi
Negeri). Pria yang dikenal terus terang dan sempat menjadi Penjabat Rektor UI, ini meskipun sudah mengakhiri jabatan sebagai Ketua Komisi Pembaruan Sistem Pendidikan, 1980, ia masih sempat mengurusi penerimaan calon mahasiswa pada tahun 1981.

Sudah sangat banyak tokoh pendidikan bekas murid Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia (1950-1953) serta mantan Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini. Di antaranya, Conny Semiawan, Fuad Hassan, Sujudi, Wardiman Djojonegoro, Mahar Mardjono
dan Saparinah Sadli. Para mantan mahasiswanya ini sangat menghormati dan mengagumi gurunya ini.

Mereka mengenangnya sebagai guru yang sangat akrab dan suka menularkan pengalaman. Salah satu ucapannya dalam acara peringatan 100 tahun Albert Einstein di ruang Rektorat UI, 1979: ”Ciri orang pandai, hal yang ruwet bisa disederhanakan, sebaliknya orang bodoh akan meruwetkan soal sederhana.”

Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Agung (1968-1973), ini juga penulis terkemuka. Dia sering menulis kolom di berbagai media dan juga menulis buku. Di antara bukunya yang terkenal adalah Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Sinar Hudaya, Jakarta (1977); The Social Background For
Psychotheraphy in Indonesia; Psychiatry dan Masyarakat; Kesejahteraan Jiwa; School Health in the Community; Sekolah Sebagai Sumber Penyakit atau Sumber Kesehatan; Dasar Stadium Generale, Pendidikan Universitas Atas Dasar Teknik dan Keilmuwan, Dasar-dasar Pokok Pendidikan; dan Pendidikan
Indonesia dari Masa ke Masa yang diterbitkan oleh CV Haji Masagung, Jakarta, 1987.

Sebagai dokter ahli penyakit saraf dan jiwa, dia memasang iklan menutup praktek untuk selamanya, 1 Januari 1979. Dia menyadari dirinya sudah tua. Dia pun mengaku sudah capek.

Lahir Terbungkus Pemberian namanya, Slamet Iman santoso, terkait dengan proses kelahirannya. Dia dilahirkan dalam keadaan terbungkus ari-ari. Ketika itu, semua penduduk desa heran dan membicarakannya. Dia dianggap sebagai bayi ajaib. Dipercaya bayi yang lahir terbungkus ari-ari itu kelak akan mempunyai kelebihan. Sangat jarang kelahiran bayi terbungkus.

Saat bayi terbungkus itu lahir, orang-orang yang melihatnya heran dan bertanya: “Mana bayinya, mana bayinya?” Untunglah tidak semua penduduk desa panik terheran-heran. Seorang tetangga, Nyonya Tambi, isteri seorang petani Indo, membantu membukakan bungkus ari-ari yang membungkusnya. Bayi
itupun menangis dan lahir dengan selamat.

Maka kata selamat (menjadi Slamet) dijadikan nama jabang bayi yang baru lahir itu. Dia memang terlahir dari keluarga berpendidikan pada zamannya. Ayahnya seorang Asisten Wedana Banjaran. Di bawah pengasuhan ayahnya, Slamet menikmati masa kecilnya dengan penanaman nilai-nilai keramahan, saling
tolong-menolong dan gotong-royong. Dia pun berulangkali, kepada banyak orang, mengisahkan berbagai pengalaman masa kecil yang yang amat berkesan baginya.

Salah satu pengalaman itu adalah ketika di suatu saat dia dan anak lain sedang sibuk mencari ucen-ucen, buah tanaman liar yang sangat manis dan biru warnanya. Eh, tiba-tiba Slamet terpeleset, hampir masuk selokan irigasi. Namun dia beruntung, karena anjing Pak Lurah melompat antara Slamet dan tebing selokan tadi, sehingga dia tertolong. Dia dan kawan-kawanya menceriterakan peristiwa itu kepada Ayah-Ibu Slamet. Sang Ayah dengan spontan mengharuskannya memberi makan si Macan (nama anjing
tadi Pak Lurah) itu. Masa kecil dan remaja anak sulung dari dua bersaudara ini sangat bahagia.
Ia ikut kakeknya di Magelang, Jawa Tengah. Saking nakalnya, dia dijuluki teman-temannya ’setan alas’. ”Saya senang main ketapel, berburu anjing dan burung,” katanya, sebagaimana dikutip dalam Buku Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1985-1986. Bahkan mengaku sekali-kali mengganggu orang.

Namun masa kecil dan remajanya diisi dengan mengecap pendidikan pada jaman kolonial Belanda di Magelang, mulai dari Europeesche Lagere School (ELS), Hollandsch Inlandsche School (HIS (1912-1920) dan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO (1920-1923). Kemudian melanjut ke MAS-B, Yogyakarta (1923-1926); Indische Arts, Stovia (1926-1932); dan Geneeskunde School of
Arts, Batavia Sentrum (1932-1934).

Dia pun terkesan sangat mengagungkan pendidikan masa kolonial Belanda itu. Walaupun dia menyadari kondisi pendidikan ketika itu sangat berbeda disbanding setelah Indonesia merdeka. Dia mengenang, pada zamannya bersekolah dulu, sangat diasakan betapa guru sangat begitu memperhatikan murid dan bersatu dengan orang tua murid. Hal yang sudah jarang terjadi saat ini.

Masuknya Jepang, menurutnya, memberi andil atas awut-awutannya pendidikan di negeri ini. Terasa sekali suasana pendidikan zaman Belanda yang terkesan akrabnya hubungan orang tua-murid-guru, tiba-tiba hilang lenyap, diganti dengan jaman pendidikan Jepang yang mulai awut-awutan. Ironisnya,
kondisi ini terus berlangsung sampai sekarang. Dia memberi beberapa bukti. Di antaranya, sekarang ada guru yang mengasih tahu bahan ujian yang akan diuji kepada murid.

Abumawas Profesor emeritus Fakultas Psikologi UI ini juga dikenal sebagi tokoh yang jahil dan sering dinilai aneh. Dia sendiri mengibaratkan diri sebagai Abunawas. Karena, menurutnya, Abunawas itu tokoh penuh akal. Jiwa Abunawas itu pun banyak menyemangati hidupnya.

Dalam buku, Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1985-1986, diceritakan sekali waktu dia melihat mobil seorang pejabat UI diparkir salah dengan posisi miring di halaman kampus UI. Ia mengambil kertas dan menulisnya dengan spidol: “Barangsiapa yang parkir mobil miring, otaknya juga miring”.

Ketika Bung Karno menanyakan pendapatnya mengenai semboyan “Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit”, Slamet dengan tenang menjawab “Nggak, malah saya gantungkan di cantelan baju. Kalau usang kan bisa diganti.”

Suatu ketika, dia menyatakan terheran-heran karena ada orang yang dipinjami buku, mengembalikan buku itu dengan utuh. “Baru sekarang saya temukan orang yang saya pinjami buku mengembalikannya dengan utuh,” katanya. Dia bilang, hanya orang bodoh yang meminjamkan buku kepada orang
lain, dan orang yang mengembalikan buku pinjaman pun adalah orang gila.

Hidupnya yang selalu ceria diwarnai canda memberi andil besar atas usianya yang lanjut (97 tahun). Padahal dia tak senang olah raga, termasuk olah raga pagi. Becanda, dia bilang: ”Pagi-pagi itu ‘kan hawanya segar. Kok dipakai buat berkeringat, lebih baik dipakai untuk tidur.”

sumber : (http://himpsijaya.org/2006/01/07/slamet-iman-santoso-1907-2004-bapak-psikologi-indonesia/)

Apakah komputer bisa menggantikan kedudukan manusia?

Posted in Uncategorized on April 16, 2010 by ainiyuwanisa

Sekarang kita sudah memasuki zaman yang penuh dengan teknologi-teknologi yang canggih. Tanpa kita sadari kehidupan sehari-hari kita sekarang tidak lepas dari teknologi dari hal-hal yang sederhana sampai hal-hal yang komplek. Contoh kongkritnya saat ini adalah komputer, dimana komputer yang dahulu hanya sebagai fungsi pelengkap tapi sekarang sudah sebagai fungsi pokok bagi manusia. Hal ini dikarenakan komputer sekarang sudah semakin cerdas dan terkadang kecerdasan melebihi kecerdasan manusia. Sehingga hal ini membuat kita keranjingan akan penggunaan komputer. Dimana komputer dapat menyimpan data yang bisa melebihi otak manusia dan lebih dapat mengingat dan tidak ada istilah lupa seperti manusia. Terkadang memang komputer melibihi kecerdasan, tapi tunggu dulu kan pencipta atau pembuat komputer itu manusia berarti kecerdasan manusia masih lebih tinggi dari komputer.

Berbagai fenomena yang ada mengenai komputer yang cerdas ini terkadang membuat kita terfikir “Apakah kita sebagai manusia bisa tergantikan dengan adanya komputer??”. Tapi kita tahu bahwa komputer yang ada diciptakan oleh manusia. Jadi hal yang tidak mungkin jika kedudukan kita sebagai manusia tergantikan oleh komputer.

Berdasarkan penjabaran diatas untuk itu kita tidak perlu takut dengan komputer yang cerdas. Karena pencipta kita Tuhan Yang Maha Esa menciptakan kita dan menganugerahi kita dengan potensi yang luar biasa, berupa otak. Karena otak merupakan komputer yang paling hebat yang dimiliki manusia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedudukan computer tidak akan pernah menggantikan kedudukan manusia.

Permainan Edukatif

Posted in Uncategorized on Maret 11, 2010 by ainiyuwanisa

Dengan berkembangnya teknologi khususnya di Indonesia berkembang pulalah metode pembelajaran di Indonesia. Yang tadinya bersifat tradisional yaitu guru menerangkan di dapan kelas dan murid mendengarkan. Sekarang dengan kemajuan teknologi ada cara lain untuk melakukan metode pembelajaran khususnya untuk anak-anak yaiut permainan edukatif. Permainan edukatif itu sendiri adalah merupakan semua bentuk permainan yang dirancang untuk memberikan pengalaman pendidikan atau pengalaman belajar kepada para pemainnya. Dimana permainan edukatif juga merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan dan dapat merupakan cara yang mendidik. Jadi permainan edukatif adalah semua jenis permainan yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan dan jenis permainan yang bersifat edukatif demi kepentingan peserta didik. Dimana permainan edukatif dapat meningkatkan kemampuan berfikir, berbahasa, serta bergaul dengan orang lain. Selain itu anak dapat menguatkan anggota badan, menjadi lebih terampil dan menumbuhkan serta mengembangkan kepribadiannya. Permainan edukatif merupakan permainan yang dirancang dan dibuat untuk merangsang daya pikir anak termasuk meningkatkan kemampuan berkonsentrasi dan memecahkan masalah.

Model pengembangan permainan edukatif, menggunakan model perancangan sistem berbantuan komputer, yang dikembangkan oleh Roblyer & Hall pada tahun 1985. Model ini terdiri dari tiga fase, dimana tiap fase saling berhubungan dan melengkapi. Adapun ke-3 fase tersebut adalah : fase perancangan, fase pra-pemrograman dan fase pengembangan atau evaluasi.

(sumber: Handriyantini, E. (2009). Permainan edukatif (educational games) berbasis komputer untuk siswa sekolah dasar. E-Indonesia invitiative 2009 (eII2009), hal 130.

Adapun manfaat yang dapat diperoleh melalui permainan edukatif berbasis komputer ialah :

a)        Melatih kemampuan motorik

Permainan edukatif berbasis komputer dapat dirancang untuk menstimulasi motorik halus dan motorik kasar anak. Rangsangan motorik halus diperoleh pada saat anak memegang mouse maupun keyboard, mengerjakan permainan dan lain-lain. Sedangkan rangsangan motorik kasar diperoleh pada saat anak menggerak-gerakkan mouse dalam suatu permainan, duduk dan lain-lain.

b)      Melatih konsentrasi

Permainan edukatif dirancang untuk menggali kemampuan anak, termasuk kemampuannya dalam berkonsentrasi. Saat anak bermain misalnya melengkapi kata anak dituntut untuk fokus pada gambar atau bentuk yang ada di depannya, sehingga konsentrasinya bisa lebih tergali. Selain itu, adanya suara, musik, serta animasi akan membantu anak untuk lebih berkonsentrasi.

c)        Melatih konsep sebab akibat

Melalui permainan edukatif berbasis komputer, anak akan dilatih konsep sebab akibat melalui permainan-permainan yang disajikan. Misalnya: pada saat anak meng-inputkan jawaban yang salah, komputer akan mengeluarkan respon suara. Hal ini akan melatih anak untuk belajar sambil memahami sebab akibat dari jawaban yang diberikan.

Selain itu juga permainan edukatif tidak hanya sekedar membuat anak menikmati permainan tapi juga dituntut agar membuat anak untuk teliti dan tekun ketika mengerjakan mainan tersebut. Para ahli psikologi menggunakan sebutan awal masa kanak-kanak sebagai usia menjelajah, usia bertanya dan usia kreatif (Hurlock, 1994: 109).

(sumber: Hurlock, E.B. (1993). Psikologi perkembangan: suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Penterjemah: Istiwidayanti dan soedjarwo. Jakarta: Erlangga)

Maka dari itu permainan edukatif sangat diperlukan dan sangat berperan penting dalam tumbuh kembang anak terutama pada usia dini. Jadi pembelajaran melalui permainan edukatif berbasis komputer bertujuan untuk membawa anak dalam suasana belajar yang menyenangkan. Karena bagi anak bermain adalah kegiatan yang sangat menyenagkan. Sehingga diharapkan dengan pembelajaran bedukatif berbasis komputer ini anak bisa bermain sambil belajar, sehingga dapat meningkatkan tumbuh kembang anak. Banyak hal yang bisa diperoleh anak dengan pembelajaran melalui permainan edukatif ini, selain sebagai alat belajar, bermain bagi anak juga merupakan kebutuhan hidup seperti bergerak, berlari dan berpikir.

Apa itu E-Learning??

Posted in Uncategorized on Maret 11, 2010 by ainiyuwanisa

Apa sih itu e-learning?? Setelah saya mencoba mencari tentang istilah e-learning ini, ternyata memiliki pengertian yang sangat luas. Jadi e-learning merupakan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer seperti media internet, intranet atau media jaringan komputer lainnya. Dimana e-lerning itu sendiri ternyata sering kali diidentikan hanya dengan penggunaan internet saat proses pembelajaran, tapi sebenarnya media penyampaian sangat beragam seperti cd, dvd, mp3, PDA, dan lain-lain. Dan Penggunaan teknologi internet pada e-learning umumnya dengan pertimbangan memiliki jangkauan yang luas. Ada juga beberapa lembaga pendidikan dan perusahaan yang menggunakan jaringan intranet sebagai media e-learning sehingga biaya yang disiapkan relatif lebih murah. E-learning dapat mencakup pembelajaran yang formal hingga informal. E-learning secara formal tersebut seperti pembelajaran dengan kurikulum, silabis, SAP dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati. Menurut saya e-learning ada karena kebutuhan yang berdampak dari eraglobalisasi saat ini khususnya perkembangan teknologi. Dalam penggunaannya ternyata e-learning memiliki keuntungan dan kelemahan, yaitu:

Keuntungan Menggunakan E-learning

Keuntungan menggunakan e-Learning diantaranya sebagai berikut (Wahono, 2005, p. 2):

  1. Fleksibel karena siswa dapat belajar kapan saja, di mana saja, dan dengan tipe pembelajaran yang berbeda-beda.
  2. Menghemat waktu proses belajar mengajar
  3. Mengurangi biaya perjalanan
  4. Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku)
  5. Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas
  6. Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan

Kelemahan Menggunakan E-learning

Kelemahan menggunakan e-learning diantaranya sebagai berikut (Rosenberg, 2006):

  1. Karena e-learning menggunakan teknologi informasi, tidak semua orang terutama orang yang masih awam dapat menggunakannya dengan baik.
  2. Membuat e-learning yang interaktif dan sesuai dengan keinginan pengguna membutuhkan programming yang sulit, sehingga pembuatannya cukup lama.
  3. E-learning membutuhkan infrastruktur yang baik sehingga membutuhkan biaya awal yang cukup tinggi.
  4. Tidak semua orang mau menggunakan e-learning sebagai media belajar.

(sumber: Widiatmoko, R. B. 2008. E-learning. http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&catid=25%3Aindustri&id=227%3Ae-learning&option=com_content&Itemid=15. Akses 11 Maret 2010.)

Berdasarkan tuliasan diatas bahwa e-learning sangat baik untuk kita coba, selain menambah wawsan kita. Belajar menngunakan e-learning sangat asik mengapa karena menggunakan metode-metode yang menarik seperti animasi, musik tampilan yang menarik dan lain-lain. Untuk itu apakah anda berminat dengan e-learning?

Lirik Lagu Audy – Lama Lama Aku Bosan

Posted in Uncategorized on Februari 20, 2010 by ainiyuwanisa

Dia hadir di saat ku jenuh
Dan saat ku butuh dirimu
‘tuk berikan rasa rindu
Yang telah lama sirna

Dia selalu memberiku cinta
Dan selalu damaikan jiwaku
Oh nyamannya hatiku
Bila ku bersamanya

[*]
Karena dirimu telah jauh
Bisa-bisa aku pergi dari dirimu

[**]
Lama-lama aku bosan
Bila kamu selalu tinggalkanku
Hampanya diriku jadi tak menentu
Lama-lama aku bisa jatuh cinta kepada dirinya
Maafkanlah aku yang tak bisa menunggu dirimu

Rindu rindu yang selalu datang
Dan kinipun telah menghilang
Kau bukanlah lagi seseorang yang ku tunggu

Back to [*][**]

Back to [**]

Lama-lama aku bisa jatuh cinta kepada dirinya
Maafkanlah aku yang tak bisa menunggu dirimu

Facebook Sebagai Media Informasi

Posted in Uncategorized on Februari 19, 2010 by ainiyuwanisa

Seperti kita ketahui bersama bahwa pemanfaatan internet dekade terakhir ini sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Media internet tidak lagi hanya sekedar menjadi media berkomunikasi semata, namun juga sebagai bagian tak terpisahkan dari dunia bisnis, industri, pendidikan, pergaulan sosial dan lain sebagainya. Khusus mengenai jejaring pergaulan sosial atau pertemanan melalui dunia internet, atau dikenal dengan social network, pertumbuhannya cukup mencengangkan. Untuk kesempatan kali ini saya akan mengambil contoh yaitu situs Facebook yang kini telah memiliki sekitar 200 juta pengguna dengan sekitar 2 juta penggunanya ada di Indonesia. Facebook adalah situs web jaringan sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg, Awalnya hanya untuk lingkungan sendiri dimana digunakan untuk komunikasi antar mahasiswa lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya.

Dari data yang saya dapat hingga Juli 2007, situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia. Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs paling banyak dikunjungi, dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat. Sekarang Facebook merupakan situs peringkat no 1 yang di cari orang Indonesia di google search dengan kata kunci facebook.

(sumber : Zaldi, A. 2009. Pengertian facebook. http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/file-sharing/1918499-pengertian-facebook/. Akses 18 Februari 2010.)

Dengan begitu di Indonesia Facebook bukan lagi menjadi sesuatu yang tabu namun Facebook sudah sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat di Indonesia. Namun beberapa minggu belakangan ini Facebook sedang menjadi buah bibir semua orang di Indonesia semenjak kasus anak hilang, perdangangan wanita dan masih banyak lagi hal-hal yang negatife karena facebook. Baik Facebook maupun jejaring sosial lainnya pasti ada sisi negatife dan positifnya, itu tergantung pada kita sendiri yang dapat memanfaatkannya pada proporsi yang tepat dan dapat bermanfaat bagi kita sendiri maupun orang lain. Selain hal-hal negatife dari penggunaan Facebook yang sedang ramai di bicarakan orang di Indonesia khususnya, sebenarnya masih banyak pula sisi positif yang dapat kita ambil dari penggunaan Facebook.

Sisi positif yang utama Facebook bias di manfaatkan sebagai media pembelajaran, karena ada banyak sarana dan fitur-fitur Facebook yang bisa dipakai untuk menunjang sarana pembelajaran. Berikut beberapa contohnya:

  • Facebook Share. Ini merupakan fitur dasar di facebook. Fitur ini pastinya juga bisa digunakan sebagai sarana untuk membantu pembelajaran. Siapapun bisa men-share apapun (tulisan singkat, link, gambar, video dsb) ke semua teman-temannya.
  • Facebook Quiz. saat ini sudah banyak quiz-quiz yang beredar di facebook. Rata-rata hanya quiz yang dibuat untuk sekedar iseng. Fitur ini sejatinya bisa dipakai untuk melakukan quiz online. Sang guru bisa membuat quiz-nya dengan mudah kemudian menyuruh seluruh muridnya untuk mengerjakan quiz tersebut.
  • Facebook Note. Dengan sarana ini sang guru bisa memancing murid-muridnya  saling berdiskusi mengenai topik tertentu. Sang guru cukup membuat note disana kemudian men-tag (“men-tag” bahasa Indonesianya yang enak didenger apa ya??) seluruh muridnya untuk memancing diskusi.
  • Facebook Apps. Dengan fitur ini hampir segalanya bisa dilakukan. Salah satunya adalah  dengan membuat sebuah game edutainment pada platform facebook Apps ini. Salah satu contoh Facebook Apps game edutainment yang cukup terkenal dan banyak dimainkan adalah Geo Challenge. Sebuah aplikasi game untuk menguji pengetahuan geografis dari pemain-pemainnya


(sumber : Kamal, M. 2009. Facebook sebagai media pembelajaran  pembelajaran. http://mustafakamal.biz/2009/04/26/facebook-sebagai-media-pembelajaran/. Akses 18 Februari 2010.)

Selain hal tersebut masih banyak hal-hal positif dari Facebook yaitu memanfaatkan Facebook untuk berbisnis karena Facebook merupakan website social networking yang menekankan dalam membangun jejaring pertemanan didunia internet. Banyak teman, berarti banyak relasi atau networking, banyak relasi berarti banyak kesempatan dalam berbisnis. Karena adanya fitur pencariannya yang canggih serta dukungan berbagai aplikasi yang tersedia. Melalui Facebook juga anda dengan mudah memperoleh teman, bahkan teman semasa sekolah yang telah lama tidak berjumpa, sampai dengan teman dari teman, teman sekerja, atau teman-teman baru yang dapat menjadi ajang silaturahmi.

Namun seperti sudah saya katakana diwal bahwa ada sisi-sisi negative dari facebook dan ada juga sisi-sisi positif dari Facebook. Jadi sekarang tinggal kita sendiri yang dapat memilah pemanfaatan teknologi yang sudah sangat berkembang pada jaman yang sudah modern ini sebagai sesuatu hal yang positif dan mari kita kembangkan IPTEK di Indonesia agar Negara kita tidak tertinggal dengan Negara lain yang berkembang.

SAY NO TO NARKOBA

Posted in Uncategorized on November 26, 2009 by ainiyuwanisa

Narkotika adalah bentuk penyalahgunaan zat adictive. Istilah Narkotika yang dikenal di Indonesia berasal dari bahasa Inggris Narcotics yang berarti obat bius. Sedangkan pengertian secara unum adalah suatu zat yang dapat menimbulkan perubahan perasaan, suasana pengamatan atau pengelihatan karena zat tersebut mempengaruhi susunan syaraf pusat (UU RI No. 22/1997 dalam kutipan seminar Team Sat Bimmas Polres Bekasi, 2003). Menurut Wresniwiro (1999), narkotika adalah zat atau obat yang dapat mengakibatkan ketidaksadaran atau pembiusan, karena zat-zat tersebut bekerja mempengaruhi saraf sentral.

Penyalahgunaan zat muncul di Indonesia pada tahun 1969, ketika itu didapati seorang penyalahguna zat yang berobat ke psikiater di Sanatorium kesehatan jiwa Darmawangsa, Jakarta. Sejak saat itu banyak yang didapati remaja yang terlibat dengan penyalahgunaan zat tersebut. Husin (dalam Hawari, 1991), mengatakan bahwa pada umumnya pengguna penyalahgunaan zat narkotika dilakukan oleh kaum laki-laki, yang dapat dilihat dari jumlah persentasenya yang cukup tinggi sebanyak 94 % dan 71 % diantaranya adalah mereka yang berumur 16-25 tahun.

Dilihat dari kelompok usia diatas tersebut adalah golongan yang termasuk dalam kelompok remaja. Remaja adalah merupakan golongan yang paling mudah untuk menjadi penyalahguna narkotika. Hal ini tentu sangat mudah dipahami, karena usia remaja adalah usia yang banyak dihinggapi konflik. Istilah remaja atau “adolesence”, mempunyai arti yang lebih luas, mencakup kematangan mental, emosional, social dan fisik. Festinger (dalam Haryanto, 1997) menyatakan bahwa ada kebutuhan instrinsik dari individu untuk mengevaluasi kemampuannya. Kebutuhan ini muncul juga pada diri remaja. Ada lima sifat dan sikap remaja pada umumnya yaitu menemukan pribadinya, menentukan cita-citanya, menggariskan jalan hidupnya, bertanggung jawab dan menghimpun norma-norma sendiri.

Piaget (Hurlock, 1993) mengatakan secara psikologis, masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak. Keterlibatan remaja dalam penyalahgunaan narkotika merupakan akibat dari ketidakmampuan remaja mencari penyelesaian bagi perasaan frustasi, perasaan gagal dan perasaan ketidak pastian lainnya. Markoff (dalam hawari, 1991) menyatakan bahwa pada hakekatnya penyalah guna napza adalah sebagai pertanda jeritan minta tolong dari remaja. Remaja menunjukan ketidakmampuan penyesuaian diri dalam menjalin hubungan yang baik dan stabil dengan keluarganya serta dengan masyarakat sekitarnya.

Sukadji (dalam Haryanto, 1994) membedakan remaja penyalahguna obat menjadi dua alasan yaitu kelompok pencari suaka untuk melarikan diri dari tekanan dan kekecewaan hidup dan tidak adanya harapan bagi masa depan. Kelompok kedua adalah remaja yang ingin mendapatkan pengalaman yang aneh, ingin mencoba tantangan untuk menikmati pengalaman hebat melalui narkotika.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Tambunan (2001), adapun berbagai alasan seorang remaja menggunakan narkotika sangat beragam. Misalnya saja dari faktor lingkungan di mana remaja itu tinggal yang mana sebagian remajanya sebagai penguna narkotika, ada juga karena faktor lingkungan keluarga yang kedua orang tuanya mengalami perceraian, dan masih banyak lagi yang lainnya. Menurut data YCAB di tahun 2000 dikatakan bahwa, jumlah pengguna narkotika dikalangan mahasiswa meningkat. Pada tahun 1996 berjumlah 369 dan meningkat menjadi 1667 pada tahun 1997, kebanyakan dari mahasiswa tersebut menggunakan narkotika karena mereka merasa tidak ingin dikucilkan atau dijauhkan oleh teman-teman yang lainnya (YCAB, 2000).

Wresniwiro (1999), mengatakan bahwa kepribadian juga merupakan faktor yang menyebabkan seseorang menggunakan narkotika. Adapun ciri-ciri para penyalahgunaan narkotika adalah memiliki konsep diri yang negatif dan harga diri yang rendah. Sedangkan gejala dan akibatnya dapat ditandai oleh perkembangan emosi yang terhambat, ketidakmampuan mengekspresikan emosinya secara wajar, mudah cemas, pasif, agresif dan cenderung depresi. Ketersediaan narkotika dan kemudahan untuk memperolehnya, juga dapat dikatakan sebagai pemicu seseorang menggunakan narkotika. Negara Indonesia juga sudah dapat dikatakan sebagai negara yang menjadi tujuan pasar internasional, sehingga dapat menyebabkan zat ini dengan mudah diperolehnya dari berbagai kalangan manapun. Bahkan dibeberapa media massa mengatakan bahwa para penjual narkotika menjual barang dagangannya hingga ke sekolah-sekolah, dan yang lebih memprihatinkan di sekolah dasar pun sudah dapat dijualnya.

Penyalahgunaan narkotika menimbulkan dampak negatif yang merugikan, dimana dampak yang ditimbulkannya adalah merusak hubungan keluarga, menurunkan kemampuan belajar, ketidakmampuan membedakan mana yang baik dan yang benar, perubahan perilaku menjadi anti sosial, merosotnya produktivitas kerja, gangguan kesehatan, mempertinggi kecelakaan lalu lintas, kriminalitas, serta tindak kekerasan lainnya (Hawari, 1990). Sedangkan dampak lain dari narkotika adalah cidera, cacat hingga kematian. Hal ini dikarenakan pemakaian yang berlebihan (overdosis), sehingga menimbulkan keracunan, perkelahian atau tindak kekerasan dan menimbulkan kecelakaan lalu lintas (Wresniwiro, 1999).

Menurut UU RI No. 22 pasal 47 dan 50 tahun 1997 (dalam kutipan seminar Team Sat Bimmas Polres Bekasi, 2003), mengatakan bahwa dampak atau akibat yang ditimbulkan oleh narkotika beresiko tinggi, maka dari itu para pengguna yang telah terlanjur menjadi pengguna yang aktif, dianjurkan untuk masuk ke panti rehabilitasi narkoba untuk menjalani pengobatan.

Dari penjelasan seperti diatas, penyesuaian diri korban narkotika pada remaja baik dalam keluarga atau lingkungan sangat menentukan dalam upayanya melepaskan diri dari keterikatan narkotika. Maka yang dimaksud agar korban narkotika terbina dan pulih kembali dapat dilakukan dengan penyesuaian diri yang baik, sehingga remaja korban penyalahguna mampu melaksanakan fungsi sosialnya dalam tata kehidupan serta dapat terlaksananya dengan baik usaha penanggulangan penyalahgunaan narkotika.