<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ainiyuwanisa&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://ainiyuwanisa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ainiyuwanisa.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Apr 2010 16:02:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ainiyuwanisa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ainiyuwanisa&#039;s Blog</title>
		<link>http://ainiyuwanisa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ainiyuwanisa.wordpress.com/osd.xml" title="Ainiyuwanisa&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ainiyuwanisa.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengenal lebih jauh Bapak Psikologi Indonesia</title>
		<link>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2010/04/16/mengenal-lebih-jauh-bapak-psikologi-indonesia/</link>
		<comments>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2010/04/16/mengenal-lebih-jauh-bapak-psikologi-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 15:56:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ainiyuwanisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ainiyuwanisa.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Saya merupakan mahasiswa Psikologi, pada semester terakhir saya mendapatkan mata kulaih Kode Etik Psikologi. Dari mata kuliah tersebut saya menjadi tahu nanti setelah saya lulus dari sarjana Psikologi saya akan mejadi apa agar pekerjaan saya nanti sesuai dengan bidang saya. Dan saya juga mengetahui siapa Bapak Psikologi Indonesia, memang disayangkan saya baru mengetahui siapa Bapak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainiyuwanisa.wordpress.com&amp;blog=9950712&amp;post=46&amp;subd=ainiyuwanisa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Saya merupakan mahasiswa Psikologi, pada semester terakhir saya mendapatkan mata kulaih Kode Etik Psikologi. Dari mata kuliah tersebut saya menjadi tahu nanti setelah saya lulus dari sarjana Psikologi saya akan mejadi apa agar pekerjaan saya nanti sesuai dengan bidang saya. Dan saya juga mengetahui siapa Bapak Psikologi Indonesia, memang disayangkan saya baru mengetahui siapa Bapak Psikologi Indonesia pada semester terakhir saya. Kemudian saya langsung <em>browsing</em> mengenai Bapak Psikologi Indonesia, berikut merupakan bibiografi Bapak Psikologi Indonesia- Bapak Prof. Dr. Slamet Iman Santoso :</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter" title="Bapak Psikologi Indonesia" src="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/slamet-iman-santoso/slamet_iman_santoso.jpg" alt="" width="145" height="191" /></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Nama :<br />
</span>Prof. Dr. Slamet Iman Santoso<br />
<span style="color:#ff0000;">Lahir :<br />
</span>Wonosobo, Jawa Tengah, 7 September 1907<br />
<span style="color:#ff0000;">Meninggal:<br />
</span>Jakarta, 9 November 2004<br />
<span style="color:#ff0000;">Agama :<br />
</span>Islam<br />
<span style="color:#ff0000;">Isteri:<br />
</span>Suprapti Sutejo (Meninggal November 1983)<br />
<span style="color:#ff0000;">Anak:<br />
</span>Tujuh orang</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Pendidikan :<br />
</span>- Europeesche Lagere School (ELS), Magelang 1912-1917)<br />
- Hollandsch Inlandsche School (HIS), Magelang 1918-1920<br />
- Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), Magelang (1920-1923)<br />
- MAS-B, Yogyakarta (1923-1926)<br />
- Indische Arts, Stovia (1926-1932)<br />
- Geneeskunde School of Arts, Batavia Sentrum (1932-1934).</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Karir :<br />
</span>- Pendiri Fakultas Psikologi UI, Jakarta (1953-1972)<br />
- Pembantu Rektor Bidang Akademis Universitas Indonesia (1962-1972)<br />
- Guru Besar Fakultas Kedokteran UI dan Fakultas Psikologi UI (1950-1953)<br />
- Dosen Lemhanas<br />
- Guru Besar Fakultas Psikologi UI<br />
- Dewan kurator Universitas Mertju Buana</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Karya Tulis, al:<br />
</span>- Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Sinar Hudaya, Jakarta        (1977)<br />
- The Social Background For Psychotheraphy in Indonesia<br />
- Psychiatry dan Masyarakat; Kesejahteraan Jiwa; School Health in the        Community<br />
- Sekolah Sebagai Sumber Penyakit atau Sumber Kesehatan<br />
- Dasar Stadium Generale, Pendidikan Universitas Atas Dasar Teknik dan        Keilmuwan, Dasar-dasar Pokok Pendidikan</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Penghargaan:<br />
</span>- Bintang Jasa Mahaputra Utama (III) pada tanggal 19 Mei 1973<br />
- Tokoh Pendidikan Nasional dari IKIP Jakarta (UNJ) pada tahun 1978<br />
- Penghargaan Wahidin Sodiro Hoesodo dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI)        pada tahun 1989.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Alamat Rumah :<br />
</span>Jalan Cimandiri 26, Jakarta Pusat</p>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Slamet Iman Santoso (1907-2004) &#8211; Bapak Psikologi Indonesia</strong></span></span></h2>
<p style="text-align:justify;">Profesor emeritus Fakultas Psikologi UI yang meninggal dalam usia 97 tahun, Selasa 9 November 2004 dini hari pukul 00.30, ini tidak saja perintis dan pendiri Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tetapi juga perintis studi psikologi di Indonesia. Patutlah dia digelari Bapak Psikologi Indonesia. Psikiater kelahiran Wonosobo, Jawa Tengah, 7 September 1907, ini juga ikut mendirikan beberapa universitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Pria yang senang berpakaian putih-putih ini dikenal jujur, jernih, tegas dan konsisten. Prinsip hidupnya tak pernah berubah sampai akhir hayatnya. Penerima Bintang Mahaputra Utama III (1973) ini, menurut puteranya Dr Oerip Setiono, meninggal setelah tiga tahun terakhir terbaring di rumah kediamannya, Jl Cimandiri 26, Jakarta Pusat. Jenazahnya dimakamkan di TPU Menteng Pulo setelah sebelumnya disemayamkan di aula FKUI Salemba, Jakarta. Dia meninggalkan tujuh anak, 13 cucu dan delapan buyut.<br />
Isterinya, Suprapti Sutejo, sudah terlebih dahulu meninggal pada November 1983.</p>
<p style="text-align:justify;">Penerima penghargaan sebagai Tokoh Pendidikan Nasional dari IKIP Jakarta (UNJ) pada tahun 1978, ini selain sebagai perintis dan pendiri Fakultas Psikologi UI juga ikut mendirikan Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, Universitas Airlangga dan Universitas Hasanuddin. Motivasi mantan Direktur Rumah Sakit Jiwa Gloegoer, Medan (1937-1938), ini merintis dan mendirikan fakultas psikologi, karena sebagai psikiater menemukan banyak masalah yang tidak bisa dipecahkan oleh psikiater. Dalam<br />
bidang profesi kedokteran, dia menerima penghargaan Wahidin Sodiro Hoesodo dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada tahun 1989.</p>
<p>Sebagai seorang ahli psikologi, tahun 1961, dia memimpin sekitar lima puluh mahasiswa Fakultas Psikologi UI, mengunjungi penduduk yang terkena gusuran pembuatan Istana Olahraga Senayan dan dipindahkan ke daerah Tebet dan Penjaringan. Mereka berdialog dengan penduduk tergusur itu. Kunjungan ini, menjadi awal pogram mahasiswa turun ke lapangan (masyarakat).</p>
<p style="text-align:justify;">Bidang studi psikologi pun makin menarik perhatian banyak orang. Masa-masa psikologi mengalami kesulitan (saat psikologi hanyalah sebuah jurusan dalam lingkungan FKUI), seperti sudah terlupakan. Saat itu, kata Slamet dalam pidato ketika menerima penghargaan bintang jasa Mahaputra Utama III<br />
(1973), dia merasa ibarat seorang yang sedang berdiri seorang diri di tepi pasir yang gersang tanpa pedoman untuk melintasinya sambil mengajak saudara-saudara mengembangkan disiplin ilmu yang baru ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Conny Semiawan, mantan rektor IKIP Jakarta yang juga murid dan sempat menjadi asisten Slamet Iman dalam menguji mahasiswa, mengenang Slamet sebagai orang yang sangat tertib, teliti dan juga memiliki wawasan yang sangat luas, selalu berfikir filosofis meskipun bukan ahli filsafat. Dalam<br />
menguji mahasiswa, Slamet selalu menegaskan jangan menanyakan apa yang kamu ketahui, tetapi usahakan untuk bertanya apa yang dipahami mahasiswa. Dengan demikian dialog akan terjadi dan mahasiswa dapat mengaktualisasikan dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Conny Semiawan, Slamet adalah tokoh pendidikan yang berani. Dia adalah orang pertama mengusulkan perlunya satu standar bagi semua jenjang pendidikan di Indonesia. Usul yang dia lontarkan sepanjang tahun 1979-1981ini membuat heboh dunia pendidikan. Dia juga orang yang mengkritik keras<br />
minimnya gaji guru yang dia sebut dapat merusak dunia pendidikan. Dia membandingkan gaji guru jaman Belanda yang dua kali lipat daripada gaji dokter. Sehingga guru tak perlu mencari tambahan dan dunia pendidikan tidak dicampurbaurkan dengan bisnis.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia juga mempunyai andil besar dalam merintis program penerimaan mahasiswa melalui UMPTN. Ketika itu (1979-1980), Slamet menjadi Ketua Komisi Pembaruan Pendidikan Nasional (KPPN, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan). Saat itu terjadi booming lulusan SMA yang ingin masuk<br />
Perguruan Tinggi Negeri. Sebagai contoh, UI yang kapasitasnya sekitar 800 mahasiswa tapi jumlah pendaftar 4000 orang.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka melalui komite yang diketuainya dibentuklah satu sistempenerimaan calon mahasiswa yang sejak 1979 sudah berlangsung dengan nama yang sekian kali berubah mulai dari Skalu, Proyek Perintis, Sipenmaru (Sistim Penerimaan Mahasiswa Baru) dan UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi<br />
Negeri). Pria yang dikenal terus terang dan sempat menjadi Penjabat Rektor UI, ini meskipun sudah mengakhiri jabatan sebagai Ketua Komisi Pembaruan Sistem Pendidikan, 1980, ia masih sempat mengurusi penerimaan calon mahasiswa pada tahun 1981.</p>
<p style="text-align:justify;">Sudah sangat banyak tokoh pendidikan bekas murid Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia (1950-1953) serta mantan Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini. Di antaranya, Conny Semiawan, Fuad Hassan, Sujudi, Wardiman Djojonegoro, Mahar Mardjono<br />
dan Saparinah Sadli. Para mantan mahasiswanya ini sangat menghormati dan mengagumi gurunya ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka mengenangnya sebagai guru yang sangat akrab dan suka menularkan pengalaman. Salah satu ucapannya dalam acara peringatan 100 tahun Albert Einstein di ruang Rektorat UI, 1979: ”Ciri orang pandai, hal yang ruwet bisa disederhanakan, sebaliknya orang bodoh akan meruwetkan soal sederhana.”</p>
<p style="text-align:justify;">Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Agung (1968-1973), ini juga penulis terkemuka. Dia sering menulis kolom di berbagai media dan juga menulis buku. Di antara bukunya yang terkenal adalah Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Sinar Hudaya, Jakarta (1977); The Social Background For<br />
Psychotheraphy in Indonesia; Psychiatry dan Masyarakat; Kesejahteraan Jiwa; School Health in the Community; Sekolah Sebagai Sumber Penyakit atau Sumber Kesehatan; Dasar Stadium Generale, Pendidikan Universitas Atas Dasar Teknik dan Keilmuwan, Dasar-dasar Pokok Pendidikan; dan Pendidikan<br />
Indonesia dari Masa ke Masa yang diterbitkan oleh CV Haji Masagung, Jakarta, 1987.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai dokter ahli penyakit saraf dan jiwa, dia memasang iklan menutup praktek untuk selamanya, 1 Januari 1979. Dia menyadari dirinya sudah tua. Dia pun mengaku sudah capek.</p>
<p style="text-align:justify;">Lahir Terbungkus Pemberian namanya, Slamet Iman santoso, terkait dengan proses kelahirannya. Dia dilahirkan dalam keadaan terbungkus ari-ari. Ketika itu, semua penduduk desa heran dan membicarakannya. Dia dianggap sebagai bayi ajaib. Dipercaya bayi yang lahir terbungkus ari-ari itu kelak akan mempunyai kelebihan. Sangat jarang kelahiran bayi terbungkus.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat bayi terbungkus itu lahir, orang-orang yang melihatnya heran dan bertanya: “Mana bayinya, mana bayinya?” Untunglah tidak semua penduduk desa panik terheran-heran. Seorang tetangga, Nyonya Tambi, isteri seorang petani Indo, membantu membukakan bungkus ari-ari yang membungkusnya. Bayi<br />
itupun menangis dan lahir dengan selamat.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka kata selamat (menjadi Slamet) dijadikan nama jabang bayi yang baru lahir itu. Dia memang terlahir dari keluarga berpendidikan pada zamannya. Ayahnya seorang Asisten Wedana Banjaran. Di bawah pengasuhan ayahnya, Slamet menikmati masa kecilnya dengan penanaman nilai-nilai keramahan, saling<br />
tolong-menolong dan gotong-royong. Dia pun berulangkali, kepada banyak orang, mengisahkan berbagai pengalaman masa kecil yang yang amat berkesan baginya.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu pengalaman itu adalah ketika di suatu saat dia dan anak lain sedang sibuk mencari ucen-ucen, buah tanaman liar yang sangat manis dan biru warnanya. Eh, tiba-tiba Slamet terpeleset, hampir masuk selokan irigasi. Namun dia beruntung, karena anjing Pak Lurah melompat antara Slamet dan tebing selokan tadi, sehingga dia tertolong. Dia dan kawan-kawanya menceriterakan peristiwa itu kepada Ayah-Ibu Slamet. Sang Ayah dengan spontan mengharuskannya memberi makan si Macan (nama anjing<br />
tadi Pak Lurah) itu. Masa kecil dan remaja anak sulung dari dua bersaudara ini sangat bahagia.<br />
Ia ikut kakeknya di Magelang, Jawa Tengah. Saking nakalnya, dia dijuluki teman-temannya ’setan alas’. ”Saya senang main ketapel, berburu anjing dan burung,” katanya, sebagaimana dikutip dalam Buku Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1985-1986. Bahkan mengaku sekali-kali mengganggu orang.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun masa kecil dan remajanya diisi dengan mengecap pendidikan pada jaman kolonial Belanda di Magelang, mulai dari Europeesche Lagere School (ELS), Hollandsch Inlandsche School (HIS (1912-1920) dan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO (1920-1923). Kemudian melanjut ke MAS-B, Yogyakarta (1923-1926); Indische Arts, Stovia (1926-1932); dan Geneeskunde School of<br />
Arts, Batavia Sentrum (1932-1934).</p>
<p style="text-align:justify;">Dia pun terkesan sangat mengagungkan pendidikan masa kolonial Belanda itu. Walaupun dia menyadari kondisi pendidikan ketika itu sangat berbeda disbanding setelah Indonesia merdeka. Dia mengenang, pada zamannya bersekolah dulu, sangat diasakan betapa guru sangat begitu memperhatikan murid dan bersatu dengan orang tua murid. Hal yang sudah jarang terjadi saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Masuknya Jepang, menurutnya, memberi andil atas awut-awutannya pendidikan di negeri ini. Terasa sekali suasana pendidikan zaman Belanda yang terkesan akrabnya hubungan orang tua-murid-guru, tiba-tiba hilang lenyap, diganti dengan jaman pendidikan Jepang yang mulai awut-awutan. Ironisnya,<br />
kondisi ini terus berlangsung sampai sekarang. Dia memberi beberapa bukti. Di antaranya, sekarang ada guru yang mengasih tahu bahan ujian yang akan diuji kepada murid.</p>
<p style="text-align:justify;">Abumawas Profesor emeritus Fakultas Psikologi UI ini juga dikenal sebagi tokoh yang jahil dan sering dinilai aneh. Dia sendiri mengibaratkan diri sebagai Abunawas. Karena, menurutnya, Abunawas itu tokoh penuh akal. Jiwa Abunawas itu pun banyak menyemangati hidupnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam buku, Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1985-1986, diceritakan sekali waktu dia melihat mobil seorang pejabat UI diparkir salah dengan posisi miring di halaman kampus UI. Ia mengambil kertas dan menulisnya dengan spidol: “Barangsiapa yang parkir mobil miring, otaknya juga miring”.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika Bung Karno menanyakan pendapatnya mengenai semboyan “Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit”, Slamet dengan tenang menjawab “Nggak, malah saya gantungkan di cantelan baju. Kalau usang kan bisa diganti.”</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu ketika, dia menyatakan terheran-heran karena ada orang yang dipinjami buku, mengembalikan buku itu dengan utuh. “Baru sekarang saya temukan orang yang saya pinjami buku mengembalikannya dengan utuh,” katanya. Dia bilang, hanya orang bodoh yang meminjamkan buku kepada orang<br />
lain, dan orang yang mengembalikan buku pinjaman pun adalah orang gila.</p>
<p style="text-align:justify;">Hidupnya yang selalu ceria diwarnai canda memberi andil besar atas usianya yang lanjut (97 tahun). Padahal dia tak senang olah raga, termasuk olah raga pagi. Becanda, dia bilang: ”Pagi-pagi itu ‘kan hawanya segar. Kok dipakai buat berkeringat, lebih baik dipakai untuk tidur.”</p>
<p style="text-align:justify;">sumber : (http://himpsijaya.org/2006/01/07/slamet-iman-santoso-1907-2004-bapak-psikologi-indonesia/)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ainiyuwanisa.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ainiyuwanisa.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ainiyuwanisa.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ainiyuwanisa.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ainiyuwanisa.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ainiyuwanisa.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ainiyuwanisa.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ainiyuwanisa.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ainiyuwanisa.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ainiyuwanisa.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ainiyuwanisa.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ainiyuwanisa.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ainiyuwanisa.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ainiyuwanisa.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainiyuwanisa.wordpress.com&amp;blog=9950712&amp;post=46&amp;subd=ainiyuwanisa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2010/04/16/mengenal-lebih-jauh-bapak-psikologi-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e4518bd2a7f3741e3fb93e698ab788?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ainiyuwanisa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/slamet-iman-santoso/slamet_iman_santoso.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bapak Psikologi Indonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah komputer bisa menggantikan kedudukan manusia?</title>
		<link>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2010/04/16/apakah-komputer-bisa-mengganti-kedudukan-manusia/</link>
		<comments>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2010/04/16/apakah-komputer-bisa-mengganti-kedudukan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 15:35:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ainiyuwanisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ainiyuwanisa.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang kita sudah memasuki zaman yang penuh dengan teknologi-teknologi yang canggih. Tanpa kita sadari kehidupan sehari-hari kita sekarang tidak lepas dari teknologi dari hal-hal yang sederhana sampai hal-hal yang komplek. Contoh kongkritnya saat ini adalah komputer, dimana komputer yang dahulu hanya sebagai fungsi pelengkap tapi sekarang sudah sebagai fungsi pokok bagi manusia. Hal ini dikarenakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainiyuwanisa.wordpress.com&amp;blog=9950712&amp;post=43&amp;subd=ainiyuwanisa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter" title="komputer dan manusia" src="http://3.bp.blogspot.com/_GCaacHFfUIY/Svek33YCUmI/AAAAAAAAAd8/OTaBamuwxx0/s400/computer.jpg" alt="" width="400" height="320" /></p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang kita sudah memasuki zaman yang penuh dengan teknologi-teknologi yang canggih. Tanpa kita sadari kehidupan sehari-hari kita sekarang tidak lepas dari teknologi dari hal-hal yang sederhana sampai hal-hal yang komplek. Contoh kongkritnya saat ini adalah komputer, dimana komputer yang dahulu hanya sebagai fungsi pelengkap tapi sekarang sudah sebagai fungsi pokok bagi manusia. Hal ini dikarenakan komputer sekarang sudah semakin cerdas dan terkadang kecerdasan melebihi kecerdasan manusia. Sehingga hal ini membuat kita keranjingan akan penggunaan komputer. Dimana komputer dapat menyimpan data yang bisa melebihi otak manusia dan lebih dapat mengingat dan tidak ada istilah lupa seperti manusia. Terkadang memang komputer melibihi kecerdasan, tapi tunggu dulu kan pencipta atau pembuat komputer itu manusia berarti kecerdasan manusia masih lebih tinggi dari komputer.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbagai fenomena yang ada mengenai komputer yang cerdas ini terkadang membuat kita terfikir “Apakah kita sebagai manusia bisa tergantikan dengan adanya komputer??”. Tapi kita tahu bahwa komputer yang ada diciptakan oleh manusia. Jadi hal yang tidak mungkin jika kedudukan kita sebagai manusia tergantikan oleh komputer.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan penjabaran diatas untuk itu kita tidak perlu takut dengan komputer yang cerdas. Karena pencipta kita Tuhan Yang Maha Esa menciptakan kita dan menganugerahi kita dengan potensi yang luar biasa, berupa otak. Karena otak merupakan komputer yang paling hebat yang dimiliki manusia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedudukan computer tidak akan pernah menggantikan kedudukan manusia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ainiyuwanisa.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ainiyuwanisa.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ainiyuwanisa.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ainiyuwanisa.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ainiyuwanisa.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ainiyuwanisa.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ainiyuwanisa.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ainiyuwanisa.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ainiyuwanisa.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ainiyuwanisa.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ainiyuwanisa.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ainiyuwanisa.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ainiyuwanisa.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ainiyuwanisa.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainiyuwanisa.wordpress.com&amp;blog=9950712&amp;post=43&amp;subd=ainiyuwanisa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2010/04/16/apakah-komputer-bisa-mengganti-kedudukan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e4518bd2a7f3741e3fb93e698ab788?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ainiyuwanisa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_GCaacHFfUIY/Svek33YCUmI/AAAAAAAAAd8/OTaBamuwxx0/s400/computer.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">komputer dan manusia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Permainan Edukatif</title>
		<link>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2010/03/11/permainan-edukatif/</link>
		<comments>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2010/03/11/permainan-edukatif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 09:50:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ainiyuwanisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ainiyuwanisa.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Dengan berkembangnya teknologi khususnya di Indonesia berkembang pulalah metode pembelajaran di Indonesia. Yang tadinya bersifat tradisional yaitu guru menerangkan di dapan kelas dan murid mendengarkan. Sekarang dengan kemajuan teknologi ada cara lain untuk melakukan metode pembelajaran khususnya untuk anak-anak yaiut permainan edukatif. Permainan edukatif itu sendiri adalah merupakan semua bentuk permainan yang dirancang untuk memberikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainiyuwanisa.wordpress.com&amp;blog=9950712&amp;post=41&amp;subd=ainiyuwanisa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dengan berkembangnya teknologi khususnya di Indonesia berkembang pulalah metode pembelajaran di Indonesia. Yang tadinya bersifat tradisional yaitu guru menerangkan di dapan kelas dan murid mendengarkan. Sekarang dengan kemajuan teknologi ada cara lain untuk melakukan metode pembelajaran khususnya untuk anak-anak yaiut permainan edukatif. Permainan edukatif itu sendiri adalah merupakan semua bentuk permainan yang dirancang untuk memberikan pengalaman pendidikan atau pengalaman belajar kepada para pemainnya. Dimana permainan edukatif juga merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan dan dapat merupakan cara yang mendidik. Jadi permainan edukatif adalah semua jenis permainan yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan dan jenis permainan yang bersifat edukatif demi kepentingan peserta didik. Dimana permainan edukatif dapat meningkatkan kemampuan berfikir, berbahasa, serta bergaul dengan orang lain. Selain itu anak dapat menguatkan anggota badan, menjadi lebih terampil dan menumbuhkan serta mengembangkan kepribadiannya. Permainan edukatif merupakan permainan yang dirancang dan dibuat untuk merangsang daya pikir anak termasuk meningkatkan kemampuan berkonsentrasi dan memecahkan masalah.</p>
<p style="text-align:justify;">Model pengembangan permainan edukatif, menggunakan model perancangan sistem berbantuan komputer, yang dikembangkan oleh Roblyer &amp; Hall pada tahun 1985. Model ini terdiri dari tiga fase, dimana tiap fase saling berhubungan dan melengkapi. Adapun ke-3 fase tersebut adalah : fase perancangan, fase pra-pemrograman dan fase pengembangan atau evaluasi.</p>
<p style="text-align:justify;">(sumber: Handriyantini, E. (2009). Permainan edukatif (educational games) berbasis komputer untuk siswa sekolah dasar<em>. </em><em>E-Indonesia invitiative 2009 (eII2009</em>), hal 130.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun manfaat yang dapat diperoleh melalui permainan edukatif berbasis komputer ialah :</p>
<p style="text-align:justify;">a)        Melatih kemampuan motorik<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Permainan edukatif berbasis komputer dapat dirancang untuk menstimulasi motorik halus dan motorik kasar anak. Rangsangan motorik halus diperoleh pada saat anak memegang <em>mouse</em> maupun <em>keyboard</em>, mengerjakan permainan dan lain-lain. Sedangkan rangsangan motorik kasar diperoleh pada saat anak menggerak-gerakkan <em>mouse</em> dalam suatu permainan, duduk dan lain-lain.<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">b)      Melatih konsentrasi</p>
<p style="text-align:justify;">Permainan edukatif dirancang untuk menggali kemampuan anak, termasuk kemampuannya dalam berkonsentrasi. Saat anak bermain misalnya melengkapi kata anak dituntut untuk fokus pada gambar atau bentuk yang ada di depannya, sehingga konsentrasinya bisa lebih tergali. Selain itu, adanya suara, musik, serta animasi akan membantu anak untuk lebih berkonsentrasi.</p>
<p style="text-align:justify;">c)        Melatih konsep sebab akibat<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Melalui permainan edukatif berbasis komputer, anak akan dilatih konsep sebab akibat melalui permainan-permainan yang disajikan. Misalnya: pada saat anak meng-inputkan jawaban yang salah, komputer akan mengeluarkan respon suara. Hal ini akan melatih anak untuk belajar sambil memahami sebab akibat dari jawaban yang diberikan.<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu juga permainan edukatif tidak hanya sekedar membuat anak menikmati permainan tapi juga dituntut agar membuat anak untuk teliti dan tekun ketika mengerjakan mainan tersebut. Para ahli psikologi menggunakan sebutan awal masa kanak-kanak sebagai usia menjelajah, usia bertanya dan usia kreatif (Hurlock, 1994: 109).</p>
<p style="text-align:justify;">(sumber: Hurlock, E.B. (1993). Psikologi perkembangan: suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Penterjemah: Istiwidayanti dan soedjarwo. Jakarta: Erlangga)</p>
<p style="text-align:justify;">Maka dari itu permainan edukatif sangat diperlukan dan sangat berperan penting dalam tumbuh kembang anak terutama pada usia dini. Jadi pembelajaran melalui permainan edukatif berbasis komputer bertujuan untuk membawa anak dalam suasana belajar yang menyenangkan. Karena bagi anak bermain adalah kegiatan yang sangat menyenagkan. Sehingga diharapkan dengan pembelajaran bedukatif berbasis komputer ini anak bisa bermain sambil belajar, sehingga dapat meningkatkan tumbuh kembang anak. Banyak hal yang bisa diperoleh anak dengan pembelajaran melalui permainan edukatif ini, selain sebagai alat belajar, bermain bagi anak juga merupakan kebutuhan hidup seperti bergerak, berlari dan berpikir.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ainiyuwanisa.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ainiyuwanisa.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ainiyuwanisa.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ainiyuwanisa.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ainiyuwanisa.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ainiyuwanisa.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ainiyuwanisa.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ainiyuwanisa.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ainiyuwanisa.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ainiyuwanisa.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ainiyuwanisa.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ainiyuwanisa.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ainiyuwanisa.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ainiyuwanisa.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainiyuwanisa.wordpress.com&amp;blog=9950712&amp;post=41&amp;subd=ainiyuwanisa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2010/03/11/permainan-edukatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e4518bd2a7f3741e3fb93e698ab788?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ainiyuwanisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa itu E-Learning??</title>
		<link>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2010/03/11/apa-itu-e-learning/</link>
		<comments>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2010/03/11/apa-itu-e-learning/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 09:29:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ainiyuwanisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ainiyuwanisa.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Apa sih itu e-learning?? Setelah saya mencoba mencari tentang istilah e-learning ini, ternyata memiliki pengertian yang sangat luas. Jadi e-learning merupakan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer seperti media internet, intranet atau media jaringan komputer lainnya. Dimana e-lerning itu sendiri ternyata sering kali diidentikan hanya dengan penggunaan internet saat proses pembelajaran, tapi sebenarnya media [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainiyuwanisa.wordpress.com&amp;blog=9950712&amp;post=37&amp;subd=ainiyuwanisa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Apa sih itu <em>e-learning</em>??</strong> Setelah saya mencoba mencari tentang istilah <em>e-learning</em> ini, ternyata memiliki pengertian yang sangat luas. Jadi <em>e-learning </em>merupakan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer seperti media internet, intranet atau media jaringan komputer lainnya. Dimana <em>e-lerning </em>itu sendiri ternyata sering kali diidentikan hanya dengan penggunaan internet saat proses pembelajaran, tapi sebenarnya media penyampaian sangat beragam seperti cd, dvd, mp3, PDA, dan lain-lain. Dan Penggunaan teknologi internet pada <em>e-learning </em>umumnya dengan pertimbangan memiliki jangkauan yang luas. Ada juga beberapa lembaga pendidikan dan perusahaan yang menggunakan jaringan intranet sebagai media <em>e-learning </em>sehingga biaya yang disiapkan relatif lebih murah. <em>E-learning </em>dapat mencakup pembelajaran yang formal hingga informal. <em>E-learning</em> secara formal tersebut seperti pembelajaran dengan kurikulum, silabis, SAP dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati. Menurut saya <em>e-learning </em>ada karena kebutuhan yang berdampak dari eraglobalisasi saat ini khususnya perkembangan teknologi. Dalam penggunaannya ternyata <em>e-learning </em>memiliki keuntungan dan kelemahan, yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keuntungan Menggunakan E-learning </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Keuntungan menggunakan e-Learning diantaranya sebagai berikut (Wahono, 2005, p. 2):</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Fleksibel karena siswa dapat belajar kapan saja, di mana saja, dan dengan tipe pembelajaran yang berbeda-beda.</li>
<li>Menghemat waktu proses belajar mengajar</li>
<li>Mengurangi biaya perjalanan</li>
<li>Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku)</li>
<li>Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas</li>
<li>Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kelemahan Menggunakan E-learning </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kelemahan menggunakan e-learning diantaranya sebagai berikut (Rosenberg, 2006):</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Karena e-learning menggunakan teknologi informasi, tidak semua orang terutama orang yang masih awam dapat menggunakannya dengan baik.</li>
<li>Membuat e-learning yang interaktif dan sesuai dengan keinginan pengguna membutuhkan <em>programming </em>yang sulit, sehingga pembuatannya cukup lama.</li>
<li>E-learning membutuhkan infrastruktur yang baik sehingga membutuhkan biaya awal yang cukup tinggi.</li>
<li>Tidak semua orang mau menggunakan e-learning sebagai media belajar.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">(sumber: Widiatmoko, R. B. 2008. <em>E-learning</em>. <a href="http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&amp;catid=25%3Aindustri&amp;id=227%3Ae-learning&amp;option=com_content&amp;Itemid=15">http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&amp;catid=25%3Aindustri&amp;id=227%3Ae-learning&amp;option=com_content&amp;Itemid=15</a>. Akses 11 Maret 2010.)</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan tuliasan diatas bahwa <em>e-learning</em> sangat baik untuk kita coba, selain menambah wawsan kita. Belajar menngunakan <em>e-learning</em> sangat asik mengapa karena menggunakan metode-metode yang menarik seperti animasi, musik tampilan yang menarik dan lain-lain. <strong>Untuk itu apakah anda berminat dengan <em>e-learning</em>?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ainiyuwanisa.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ainiyuwanisa.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ainiyuwanisa.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ainiyuwanisa.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ainiyuwanisa.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ainiyuwanisa.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ainiyuwanisa.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ainiyuwanisa.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ainiyuwanisa.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ainiyuwanisa.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ainiyuwanisa.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ainiyuwanisa.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ainiyuwanisa.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ainiyuwanisa.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainiyuwanisa.wordpress.com&amp;blog=9950712&amp;post=37&amp;subd=ainiyuwanisa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2010/03/11/apa-itu-e-learning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e4518bd2a7f3741e3fb93e698ab788?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ainiyuwanisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lirik Lagu Audy &#8211; Lama Lama Aku Bosan</title>
		<link>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2010/02/20/lirik-lagu-audy-lama-lama-aku-bosan/</link>
		<comments>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2010/02/20/lirik-lagu-audy-lama-lama-aku-bosan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 03:51:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ainiyuwanisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ainiyuwanisa.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Dia hadir di saat ku jenuh Dan saat ku butuh dirimu &#8216;tuk berikan rasa rindu Yang telah lama sirna Dia selalu memberiku cinta Dan selalu damaikan jiwaku Oh nyamannya hatiku Bila ku bersamanya [*] Karena dirimu telah jauh Bisa-bisa aku pergi dari dirimu [**] Lama-lama aku bosan Bila kamu selalu tinggalkanku Hampanya diriku jadi tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainiyuwanisa.wordpress.com&amp;blog=9950712&amp;post=30&amp;subd=ainiyuwanisa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><!-- .fullpost{display:inline;} --></p>
<div><span style="color:#ffff00;"><strong>Dia hadir di saat ku jenuh<br />
Dan saat ku butuh dirimu<br />
&#8216;tuk berikan rasa rindu<br />
Yang telah lama sirna</p>
<p>Dia selalu memberiku cinta<br />
Dan selalu damaikan jiwaku<br />
Oh nyamannya hatiku<br />
Bila ku bersamanya</p>
<p>[*]<br />
Karena dirimu telah jauh<br />
Bisa-bisa aku pergi dari dirimu</p>
<p>[**]<br />
Lama-lama aku bosan<br />
Bila kamu selalu tinggalkanku<br />
Hampanya  diriku jadi tak menentu<br />
Lama-lama aku bisa jatuh cinta kepada dirinya<br />
Maafkanlah aku yang tak bisa menunggu dirimu</p>
<p>Rindu rindu yang selalu datang<br />
Dan kinipun telah menghilang<br />
Kau bukanlah lagi seseorang yang ku tunggu</p>
<p>Back to [*][**]</p>
<p>Back to [**]</p>
<p>Lama-lama aku bisa jatuh cinta kepada dirinya<br />
Maafkanlah aku yang tak bisa menunggu dirimu</strong></span></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ainiyuwanisa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ainiyuwanisa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ainiyuwanisa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ainiyuwanisa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ainiyuwanisa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ainiyuwanisa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ainiyuwanisa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ainiyuwanisa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ainiyuwanisa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ainiyuwanisa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ainiyuwanisa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ainiyuwanisa.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ainiyuwanisa.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ainiyuwanisa.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainiyuwanisa.wordpress.com&amp;blog=9950712&amp;post=30&amp;subd=ainiyuwanisa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2010/02/20/lirik-lagu-audy-lama-lama-aku-bosan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e4518bd2a7f3741e3fb93e698ab788?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ainiyuwanisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Facebook Sebagai Media Informasi</title>
		<link>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2010/02/19/facebook-sebagai-media-informasi/</link>
		<comments>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2010/02/19/facebook-sebagai-media-informasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 09:27:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ainiyuwanisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ainiyuwanisa.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Seperti kita ketahui bersama bahwa pemanfaatan internet dekade terakhir ini sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Media internet tidak lagi hanya sekedar menjadi media berkomunikasi semata, namun juga sebagai bagian tak terpisahkan dari dunia bisnis, industri, pendidikan, pergaulan sosial dan lain sebagainya. Khusus mengenai jejaring pergaulan sosial atau pertemanan melalui dunia internet, atau dikenal dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainiyuwanisa.wordpress.com&amp;blog=9950712&amp;post=25&amp;subd=ainiyuwanisa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:right;"><a href="http://ainiyuwanisa.files.wordpress.com/2010/02/logo-facebook-f51.jpg"><img class="size-full wp-image-27 alignleft" title="logo-facebook-f5" src="http://ainiyuwanisa.files.wordpress.com/2010/02/logo-facebook-f51.jpg?w=250&#038;h=288" alt="" width="250" height="288" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Seperti kita ketahui bersama bahwa pemanfaatan internet dekade terakhir ini sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Media internet tidak lagi hanya sekedar menjadi media berkomunikasi semata, namun juga sebagai bagian tak terpisahkan dari dunia bisnis, industri, pendidikan, pergaulan sosial dan lain sebagainya. Khusus mengenai jejaring pergaulan sosial atau pertemanan melalui dunia internet, atau dikenal dengan <em>social network</em>, pertumbuhannya cukup mencengangkan. Untuk kesempatan kali ini saya akan mengambil contoh yaitu situs Facebook yang kini telah memiliki sekitar 200 juta pengguna dengan sekitar 2 juta penggunanya ada di Indonesia. Facebook adalah situs web jaringan sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg, Awalnya hanya untuk lingkungan sendiri dimana digunakan untuk komunikasi antar mahasiswa lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari data yang saya dapat hingga Juli 2007, situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia. Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs paling banyak dikunjungi, dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat. Sekarang Facebook merupakan situs peringkat no 1 yang di cari orang Indonesia di google search dengan kata kunci facebook.</p>
<p style="text-align:justify;">(sumber : <!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{mso-style-priority:99; 	color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	color:purple; 	mso-themecolor:followedhyperlink; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p 	{mso-style-priority:99; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --> <!--[endif]-->Zaldi, A. 2009. <em>Pengertian facebook</em>. <a href="http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/file-sharing/1918499-pengertian-facebook/">http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/file-sharing/1918499-pengertian-facebook/</a>. Akses 18 Februari 2010.)</p>
<p style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;"> </span>Dengan begitu di Indonesia Facebook bukan lagi menjadi sesuatu yang tabu namun Facebook sudah sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat di Indonesia. Namun beberapa minggu belakangan ini Facebook sedang menjadi buah bibir semua orang di Indonesia semenjak kasus anak hilang, perdangangan wanita dan masih banyak lagi hal-hal yang negatife karena facebook. Baik Facebook maupun jejaring sosial lainnya pasti ada sisi negatife dan positifnya, itu tergantung pada kita sendiri yang dapat memanfaatkannya pada proporsi yang tepat dan dapat bermanfaat bagi kita sendiri maupun orang lain. Selain hal-hal negatife dari penggunaan Facebook yang sedang ramai di bicarakan orang di Indonesia khususnya, sebenarnya masih banyak pula sisi positif yang dapat kita ambil dari penggunaan Facebook.</p>
<p style="text-align:justify;">Sisi positif yang utama Facebook bias di manfaatkan sebagai media pembelajaran, karena ada banyak sarana dan fitur-fitur Facebook yang bisa dipakai untuk menunjang sarana pembelajaran. Berikut beberapa contohnya:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Facebook Share</strong>. Ini merupakan fitur dasar di facebook. Fitur ini pastinya juga bisa digunakan sebagai sarana untuk membantu pembelajaran. Siapapun bisa men-<em>share </em>apapun (tulisan singkat, <em>link</em>, gambar, video dsb) ke semua teman-temannya.</li>
<li><strong>Facebook Quiz</strong>. saat ini sudah banyak <em>quiz-quiz </em>yang beredar di facebook. Rata-rata hanya <em>quiz </em>yang dibuat untuk sekedar iseng. Fitur ini sejatinya bisa dipakai untuk melakukan <em>quiz online</em>. Sang guru bisa membuat <em>quiz</em>-nya dengan mudah kemudian menyuruh seluruh muridnya untuk mengerjakan <em>quiz </em>tersebut.</li>
<li><strong>Facebook Note</strong>. Dengan sarana ini sang guru bisa memancing murid-muridnya  saling berdiskusi mengenai topik tertentu. Sang guru cukup membuat <em>note </em>disana kemudian men-<em>tag </em>(“men-tag” bahasa Indonesianya yang enak didenger apa ya??) seluruh muridnya untuk memancing diskusi.</li>
<li><strong>Facebook Apps</strong>. Dengan fitur ini hampir segalanya bisa dilakukan. Salah satunya adalah  dengan membuat sebuah game edutainment pada platform facebook Apps ini. Salah satu contoh Facebook Apps game edutainment yang cukup terkenal dan banyak dimainkan adalah Geo Challenge. Sebuah aplikasi game untuk menguji pengetahuan geografis dari pemain-pemainnya</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{mso-style-priority:99; 	color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	color:purple; 	mso-themecolor:followedhyperlink; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{mso-style-priority:99; 	color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	color:purple; 	mso-themecolor:followedhyperlink; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><br />
<span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&amp;">(sumber : Kamal, M. 2009. <em>Facebook sebagai media pembelajaran  pembelajaran</em>.<span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&amp;"> <a href="http://mustafakamal.biz/2009/04/26/facebook-sebagai-media-pembelajaran/">http://mustafakamal.biz/2009/04/26/facebook-sebagai-media-pembelajaran/</a>. Akses 18 Februari 2010.)</span></span></p>
<p style="text-align:justify;">Selain hal tersebut masih banyak hal-hal positif dari Facebook yaitu memanfaatkan Facebook untuk berbisnis karena Facebook merupakan website social networking yang menekankan dalam membangun jejaring pertemanan didunia internet. Banyak teman, berarti banyak relasi atau networking, banyak relasi berarti banyak kesempatan dalam berbisnis. Karena adanya fitur pencariannya yang canggih serta dukungan berbagai aplikasi yang tersedia. Melalui Facebook juga anda dengan mudah memperoleh teman, bahkan teman semasa sekolah yang telah lama tidak berjumpa, sampai dengan teman dari teman, teman sekerja, atau teman-teman baru yang dapat menjadi ajang silaturahmi.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun seperti sudah saya katakana diwal bahwa ada sisi-sisi negative dari facebook dan ada juga sisi-sisi positif dari Facebook. Jadi sekarang tinggal kita sendiri yang dapat memilah pemanfaatan teknologi yang sudah sangat berkembang pada jaman yang sudah modern ini sebagai sesuatu hal yang positif dan mari kita kembangkan IPTEK di Indonesia agar Negara kita tidak tertinggal dengan Negara lain yang berkembang.</p>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:206px;width:1px;height:1px;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&amp;">(sumber : http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/file-sharing/1918499-pengertian-facebook)</span></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ainiyuwanisa.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ainiyuwanisa.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ainiyuwanisa.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ainiyuwanisa.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ainiyuwanisa.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ainiyuwanisa.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ainiyuwanisa.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ainiyuwanisa.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ainiyuwanisa.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ainiyuwanisa.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ainiyuwanisa.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ainiyuwanisa.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ainiyuwanisa.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ainiyuwanisa.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainiyuwanisa.wordpress.com&amp;blog=9950712&amp;post=25&amp;subd=ainiyuwanisa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2010/02/19/facebook-sebagai-media-informasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e4518bd2a7f3741e3fb93e698ab788?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ainiyuwanisa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ainiyuwanisa.files.wordpress.com/2010/02/logo-facebook-f51.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logo-facebook-f5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SAY NO TO NARKOBA</title>
		<link>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2009/11/26/say-no-to-narkoba/</link>
		<comments>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2009/11/26/say-no-to-narkoba/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 14:14:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ainiyuwanisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ainiyuwanisa.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Narkotika adalah bentuk penyalahgunaan zat adictive. Istilah Narkotika yang dikenal di Indonesia berasal dari bahasa Inggris Narcotics yang berarti obat bius. Sedangkan pengertian secara unum adalah suatu zat yang dapat menimbulkan perubahan perasaan, suasana pengamatan atau pengelihatan karena zat tersebut mempengaruhi susunan syaraf pusat (UU RI No. 22/1997 dalam kutipan seminar Team Sat Bimmas Polres [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainiyuwanisa.wordpress.com&amp;blog=9950712&amp;post=20&amp;subd=ainiyuwanisa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Narkotika adalah bentuk penyalahgunaan zat <em>adictive</em>. Istilah Narkotika yang dikenal di Indonesia berasal dari bahasa Inggris <em>Narcotics</em> yang berarti obat bius. Sedangkan pengertian secara unum adalah suatu zat yang dapat menimbulkan perubahan perasaan, suasana pengamatan atau pengelihatan karena zat tersebut mempengaruhi susunan syaraf pusat (UU RI No. 22/1997 dalam kutipan seminar Team Sat Bimmas Polres Bekasi, 2003). Menurut Wresniwiro (1999), narkotika adalah zat atau obat yang dapat mengakibatkan ketidaksadaran atau pembiusan, karena zat-zat tersebut bekerja mempengaruhi saraf sentral.</p>
<p style="text-align:justify;">Penyalahgunaan zat muncul di Indonesia pada tahun 1969, ketika itu didapati seorang penyalahguna zat yang berobat ke psikiater di Sanatorium kesehatan jiwa Darmawangsa, Jakarta. Sejak saat itu banyak yang didapati remaja yang terlibat dengan penyalahgunaan zat tersebut. Husin (dalam Hawari, 1991), mengatakan bahwa pada umumnya pengguna penyalahgunaan zat narkotika dilakukan oleh kaum laki-laki, yang dapat dilihat dari jumlah persentasenya yang cukup tinggi sebanyak 94 % dan 71 % diantaranya adalah mereka yang berumur 16-25 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Dilihat dari kelompok usia diatas tersebut adalah golongan yang termasuk dalam kelompok remaja. Remaja adalah merupakan golongan yang paling mudah untuk menjadi penyalahguna narkotika. Hal ini tentu sangat mudah dipahami, karena usia remaja adalah usia yang banyak dihinggapi konflik. Istilah remaja atau “<em>adolesence</em>”, mempunyai arti yang lebih luas, mencakup kematangan mental, emosional, social dan fisik. Festinger (dalam Haryanto, 1997) menyatakan bahwa ada kebutuhan instrinsik dari individu untuk mengevaluasi kemampuannya. Kebutuhan ini muncul juga pada diri remaja. Ada lima sifat dan sikap remaja pada umumnya yaitu menemukan pribadinya, menentukan cita-citanya, menggariskan jalan hidupnya, bertanggung jawab dan menghimpun norma-norma sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Piaget (Hurlock, 1993) mengatakan secara psikologis, masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak. Keterlibatan remaja dalam penyalahgunaan narkotika merupakan akibat dari ketidakmampuan remaja mencari penyelesaian bagi perasaan frustasi, perasaan gagal dan perasaan ketidak pastian lainnya. Markoff (dalam hawari, 1991) menyatakan bahwa pada hakekatnya penyalah guna napza adalah sebagai pertanda jeritan minta tolong dari remaja. Remaja menunjukan ketidakmampuan penyesuaian diri dalam menjalin hubungan yang baik dan stabil dengan keluarganya serta dengan masyarakat sekitarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sukadji (dalam Haryanto, 1994) membedakan remaja penyalahguna obat menjadi dua alasan yaitu kelompok pencari suaka untuk melarikan diri dari tekanan dan kekecewaan hidup dan tidak adanya harapan bagi masa depan. Kelompok kedua adalah remaja yang ingin mendapatkan pengalaman yang aneh, ingin mencoba tantangan untuk menikmati pengalaman hebat melalui narkotika.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Tambunan (2001), adapun berbagai alasan seorang remaja menggunakan narkotika sangat beragam. Misalnya saja dari faktor lingkungan di mana remaja itu tinggal yang mana sebagian remajanya sebagai penguna narkotika, ada juga karena faktor lingkungan keluarga yang kedua orang tuanya mengalami perceraian, dan masih banyak lagi yang lainnya. Menurut data YCAB di tahun 2000 dikatakan bahwa, jumlah pengguna narkotika dikalangan mahasiswa meningkat. Pada tahun 1996 berjumlah 369 dan meningkat menjadi 1667 pada tahun 1997, kebanyakan dari mahasiswa tersebut menggunakan narkotika karena mereka merasa tidak ingin dikucilkan atau dijauhkan oleh teman-teman yang lainnya (YCAB, 2000).</p>
<p style="text-align:justify;">Wresniwiro (1999), mengatakan bahwa kepribadian juga merupakan faktor yang menyebabkan seseorang menggunakan narkotika. Adapun ciri-ciri para penyalahgunaan narkotika adalah memiliki konsep diri yang negatif dan harga diri yang rendah. Sedangkan gejala dan akibatnya dapat ditandai oleh perkembangan emosi yang terhambat, ketidakmampuan mengekspresikan emosinya secara wajar, mudah cemas, pasif, agresif dan cenderung depresi. Ketersediaan narkotika dan kemudahan untuk memperolehnya, juga dapat dikatakan sebagai pemicu seseorang menggunakan narkotika. Negara Indonesia juga sudah dapat dikatakan sebagai negara yang menjadi tujuan pasar internasional, sehingga dapat menyebabkan zat ini dengan mudah diperolehnya dari berbagai kalangan manapun. Bahkan dibeberapa media massa mengatakan bahwa para penjual narkotika menjual barang dagangannya hingga ke sekolah-sekolah, dan yang lebih memprihatinkan di sekolah dasar pun sudah dapat dijualnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Penyalahgunaan narkotika menimbulkan dampak negatif yang merugikan, dimana dampak yang ditimbulkannya adalah merusak hubungan keluarga, menurunkan kemampuan belajar, ketidakmampuan membedakan mana yang baik dan yang benar, perubahan perilaku menjadi anti sosial, merosotnya produktivitas kerja, gangguan kesehatan, mempertinggi kecelakaan lalu lintas, kriminalitas, serta tindak kekerasan lainnya (Hawari, 1990). Sedangkan dampak lain dari narkotika adalah cidera, cacat hingga kematian. Hal ini dikarenakan pemakaian yang berlebihan (<em>overdosis</em>), sehingga menimbulkan keracunan, perkelahian atau tindak kekerasan dan menimbulkan kecelakaan lalu lintas (Wresniwiro, 1999).</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut UU RI No. 22 pasal 47 dan 50 tahun 1997 (dalam kutipan seminar Team Sat Bimmas Polres Bekasi, 2003), mengatakan bahwa dampak atau akibat yang ditimbulkan oleh narkotika beresiko tinggi, maka dari itu para pengguna yang telah terlanjur menjadi pengguna yang aktif, dianjurkan untuk masuk ke panti rehabilitasi narkoba untuk menjalani pengobatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari penjelasan seperti diatas, penyesuaian diri korban narkotika pada remaja baik dalam keluarga atau lingkungan sangat menentukan dalam upayanya melepaskan diri dari keterikatan narkotika. Maka yang dimaksud agar korban narkotika terbina dan pulih kembali dapat dilakukan dengan penyesuaian diri yang baik, sehingga remaja korban penyalahguna mampu melaksanakan fungsi sosialnya dalam tata kehidupan serta dapat terlaksananya dengan baik usaha penanggulangan penyalahgunaan narkotika.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ainiyuwanisa.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ainiyuwanisa.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ainiyuwanisa.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ainiyuwanisa.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ainiyuwanisa.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ainiyuwanisa.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ainiyuwanisa.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ainiyuwanisa.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ainiyuwanisa.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ainiyuwanisa.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ainiyuwanisa.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ainiyuwanisa.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ainiyuwanisa.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ainiyuwanisa.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainiyuwanisa.wordpress.com&amp;blog=9950712&amp;post=20&amp;subd=ainiyuwanisa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2009/11/26/say-no-to-narkoba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e4518bd2a7f3741e3fb93e698ab788?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ainiyuwanisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Daftar Seminar dan Pelatihan</title>
		<link>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2009/11/24/daftar-seminar-dan-pelatihan/</link>
		<comments>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2009/11/24/daftar-seminar-dan-pelatihan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 16:40:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ainiyuwanisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ainiyuwanisa.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[1. Judul : Life Evolution Training with Walk On Fire Penyelenggara : BEM Fakultas Psikologi Tempat : Kampus Universitas Gunadarma, Depok Tanggal : 27 Mei 2008 &#160; 2. Kegiatan : Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa 2009 Tema : Pemimpin yang Terampil dan Inspiratif Penyelenggara : Universitas Gunadarma Tempat : Kampus Universitas Gunadarma, Depok Tanggal : 03 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainiyuwanisa.wordpress.com&amp;blog=9950712&amp;post=18&amp;subd=ainiyuwanisa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Judul		: Life Evolution Training with Walk On Fire</p>
<p>Penyelenggara	: BEM Fakultas Psikologi</p>
<p>Tempat		: Kampus Universitas Gunadarma, Depok</p>
<p>Tanggal		: 27 Mei 2008</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>2. Kegiatan	: Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa 2009</p>
<p>Tema		: Pemimpin yang Terampil dan Inspiratif</p>
<p>Penyelenggara	: Universitas Gunadarma</p>
<p>Tempat		: Kampus Universitas Gunadarma, Depok</p>
<p>Tanggal		: 03 – 06 Juni 2009</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>3. Kegiatan	: Seminar dan Sosialisasi PHKI I</p>
<p>Tema		: Teknik Penulisan Proposal Riset Serta menulis Buku</p>
<p>Penyelenggara	: Universitas Gunadarma</p>
<p>Tempat		: Kampus Universitas Gunadarma, Depok</p>
<p>Tanggal		: 24 Juli 2009</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>4. Judul		: Membangun Kecerdasan Holistik</p>
<p>Penyelenggara	: Universitas Gunadarma dan DIKTI</p>
<p>Tempat		: Kampus Universitas Gunadarma, Depok</p>
<p>Tanggal		: 18 Agustus 2009</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>5. Kegiatan	: Pelatihan Membangun Kecerdasan Holistik</p>
<p>Penyelenggara	: Universitas Gunadarma dan DIKTI</p>
<p>Tempat		: Wisma hijau, Mekarsari, Depok</p>
<p>Tanggal		: 18 – 20 agustus 2009</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ainiyuwanisa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ainiyuwanisa.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ainiyuwanisa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ainiyuwanisa.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ainiyuwanisa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ainiyuwanisa.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ainiyuwanisa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ainiyuwanisa.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ainiyuwanisa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ainiyuwanisa.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ainiyuwanisa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ainiyuwanisa.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ainiyuwanisa.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ainiyuwanisa.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainiyuwanisa.wordpress.com&amp;blog=9950712&amp;post=18&amp;subd=ainiyuwanisa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2009/11/24/daftar-seminar-dan-pelatihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e4518bd2a7f3741e3fb93e698ab788?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ainiyuwanisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perilaku Konsumtif Pada Remaja Terhadap Chatting (Tugas II)</title>
		<link>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2009/11/15/perilaku-konsumtif-pada-remaja-terhadap-chatting-tugas-ii/</link>
		<comments>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2009/11/15/perilaku-konsumtif-pada-remaja-terhadap-chatting-tugas-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 01:19:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ainiyuwanisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ainiyuwanisa.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Seiring dengan kemajuan teknologi saat ini, chatting sudah mulai mewabah di dunia khususnya di kalangan remaja. Chatting di kalangan remaja sudah menjadi trend pada masa kini. Karena trend tersebutlah yang membuat para remaja tertarik akan chatting, tidak hanya remaja wanita namun remaja priapun tertarik akan chatting. Pengertian chatting adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainiyuwanisa.wordpress.com&amp;blog=9950712&amp;post=10&amp;subd=ainiyuwanisa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>BAB I</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong> </strong><strong>Latar Belakang Masalah</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Seiring dengan kemajuan teknologi saat ini, <em>chatting</em> sudah mulai mewabah di dunia khususnya di kalangan remaja. <em>Chatting</em> di kalangan remaja sudah menjadi <em>trend</em> pada masa kini. Karena <em>trend</em> tersebutlah yang membuat para remaja tertarik akan <em>chatting</em>, tidak hanya remaja wanita namun remaja priapun tertarik akan <em>chatting</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengertian <em>chatting</em> adalah percakapan interaktif antar sesama pengguna komputer yang terhubung dalam suatu jaringan. Percakapan ini bisa dilakukan dengan saling berinteraktif melalui teks, maupun suara. Berbagai aplikasi dapat digunakan untuk <em>chatting</em> ini, baik melalui sms, aplikasi <em>messenger</em> seperti <em>Yahoo! Messenger, MSN Messenger, mIRC</em>, dll.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan secara harfiah, <em>chat</em> dapat diartikan sebagai obrolan, namun dalam dunia internet, istilah ini merujuk pada kegiatan komunikasi melalui sarana beberapa baris tulisan singkat yang diketikkan melalui <em>keyboard</em>. Berdiskusi <em>online</em> dengan para pemakai jaringan lain dari salah satu wilayah dan sampai seluruh bagian dunia. Dimana tempat berkumpulnya kelompok untuk saling berkomunikasi dengan <em>chat</em> ini disebut dengan <em>chat room</em>, sedangkan percakapan itu sendiri dikenal dengan istilah <em>chatting</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebiasaan akan <em>chatting</em> di kalangan remaja saat ini lebih berkembang, karena penggunaan <em>chatting</em> lebih mudah untuk digunakan atau dilakukan. Karena saat ini aplikasi untuk <em>chatting</em> dapat dilakukan dari <em>handphone</em> (Hp) atau dari PC dengan memanfaatkan fasilitas <em>hotspot</em> yang sekarang ini sudah banyak tersedia, seperti di sekolah, kampus, mall dan bahkan sampai tempat <em>hangout</em> remaja.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudahan-kemudahan inilah yang membuat para remaja semakin terbiasa atau konsumtif terhadap <em>chatting</em>. Remaja dapat menghabiskan waktu berjam-jam bahkan seharian penuh untuk melakukan <em>chatting</em> di depan PC komputer atau yang paling mudah saat ini dilakukan dengan menggunakan <em>handphone</em> (hp). Dengan hp remaja biasanya dapat melakukan <em>chatting</em> kapan saja dan dimana saja. Remaja yang seperti tersebut bisa mengeluarkan biaya yang kadang tidak sedikit karena dengan menggunakan fasilitas <em>chatting </em>di<em> handphone</em> seorang remaja harus membeli pulsa yang kadang melebihi dari <em>budget</em> (pengeluaran) untuk satu bulannya. Untuk saat ini, para remaja banyak menggunakan provider GSM, karena provider GSM saat ini terbilang cukup murah yaitu dengan harga 1,1/kb atau Rp.100/menit. Namun walaupun seperti itu, karena para remaja bisa menghabiskan waktu yang berlebihan maka kurang lebih untuk per-minggunya remaja bisa menghabiskan uang yang cukup besar hanya untuk melakukan <em>chatting </em>saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Lubis (dalam Lina &amp; Rasyid, 1997) mendefinisikan perilaku konsumtif sebagai perilaku membeli atau memakai yang tidak lagi didasarkan pada pertimbangan yang rasional melainkan adanya keinginan yang sudah mencapai taraf yang sudah tidak rasional lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun pengertian konsumtif, menurut Yayasan Lembaga Konsumen (YLK), yaitu batasan tentang perilaku konsumtif yaitu sebagai kecenderungan manusia untuk menggunakan konsumsi tanpa batas. Definisi konsep perilaku konsumtif sebenarnya amat variatif. Tapi pada intinya perilaku konsumtif adalah membeli atau mengunakan barang tanpa pertimbangan rasional atau bukan atas dasar kebutuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain kemudahan-kemudahan tersebut ada faktor lain yang melatar belakangi remaja akan kebiasaan <em>chatting</em> yaitu ikut-ikutan akan trend dikalangan remaja. Seperti diketahui dalam masa remaja, remaja memiliki kecenderungan untuk mengikuti <em>trend</em> dan mudah terpengaruh oleh lingkungan. Dimana jika ia mengikuti apa yang sedang berkembang di masyarakat kaum remaja jadi memiliki rasa kepercayaan diri yang lebih tinggi. Rasa kepercayaan diri inilah dapat diperlihatkan remaja dengan mengikuti perkembangan zaman. Erikson (dalam Monks dkk, 2001) menamakan proses tersebut sebagai proses pencarian identitas ego.</p>
<p style="text-align:justify;">Istilah remaja atau “<em>adolesence</em>”, mempunyai arti yang lebih luas, mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik. Festinger (dalam Haryanto, 1997) menyatakan bahwa ada kebutuhan instrinsik dari individu untuk mengevaluasi kemampuannya. Kebutuhan ini muncul juga pada diri remaja. Ada lima sifat dan sikap remaja pada umumnya yaitu menemukan pribadinya, menentukan cita-citanya, menggariskan jalan hidupnya, bertanggung jawab dan menghimpun norma-norma sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Masa remaja merupakan suatu periode yang unik dan selalu menarik untuk dikaji, karena remaja merupakan masa transisi dari kanak-kanak ke dewasa. Pada masa inilah timbul berbagai kemungkinan bagi seseorang mengalami perubahan-perubahan, baik perubahan fisik, sikap, perilaku maupun emosinya (dalam Nissa, 2003).</p>
<p style="text-align:justify;">Piaget (Hurlock, 1993) mengatakan secara psikologis, masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak. Masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat-sifat masa transisi atau peralihan (Calon, dalam Monks dkk, 2001) karena remaja belum memperoleh status orang dewasa tetapi tidak lagi memiliki status kanak-kanak. Sehingga kaum remaja dapat dikatakan juga sebagai masa pencarian jati diri.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari uraian diatas maka dapat di tarik kesimpulan bahwa terdapat kecenderungan perilaku konsumtif di kalangan remaja. Ini disebabkan karena remaja mudah terbawa oleh pemikiran teman-teman pergaulannya yang cenderung mudah terpengaruh trend mode pada zaman sekarang. Sehingga menggunakan <em>chatting</em> dapat meningkatkan kepercayaan diri kaum remaja dan menjadi suatu kebiasaan di kalangan remaja saat ini. Walaupun para remaja harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk melakukan <em>chatting</em>, hal ini semata-mata hanya agar mereka dapat diterima dalam lingkungan atau komunitasnya.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>BAB II</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>TINJAUAN PUSTAKA</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>A. </strong><strong> Perilaku Konsumtif</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>1. </strong><strong>Pengertian Perilaku Konsumtif</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Istilah konsumtif biasanya digunakan pada masalah yang berkaitan dengan perilaku konsumen dalam kehidupannya. Dewasa ini salah satu gaya hidup konsumen yang cenderung terjadi di dalam masyarakat adalah gaya hidup yang menganggap materi sebagai sesuatu yang bisa mendatangkan kepuasan. Gaya hidup seperti ini dapat menimbulkan adanya gejala komsumtivisme, sedangkan konsumtivisme untuk membeli barang yang kurang atau tidak diperlukan (Nissa, 2003).</p>
<p style="text-align:justify;">Fromm (1998) mengatakan bahwa manusia sering dihadapkan pada persoalan untuk memenuhi kebutuhannya dan mempertahankan kehidupannya. Oleh karena itu, manusia harus melengkapi kebutuhannya tersebut. Pada masa awal peradaban manusia, segala kebutuhan tersebut langsung dipenuhi sendiri dengan jalan memproduksi atau menghasilkan berang yang dibutuhkannya secara langsung. Misalnya jika seseorang membutuhkan sesuatau untuk melindungi tubuhnya dari hawa dingin, maka ia akan berburu mencari kulit binatang untuk digunakannya sebagai penghangat tubuh. Jadi segala usaha, jerih payah dan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukannya adalah untuk langsung mencukupi kebutuhan-kebutuhan hidupnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Cahyana (1995) memberikan definisi perilaku konsumtif sebagai tindakan yang dilakukan dalam mengkonsumsi berbagai macam barang kebutuhan. Tambunan (2001) mengatakan bahwa perilaku konsumtif menunjukan pada perilaku konsumen yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari nilai produksinya untuk barang dan jasa yang bukan menjadi kebutuhan pokok.</p>
<p style="text-align:justify;">Katoda (dalam Munandar, 2001) memandang perilaku konsumen sebagai cabang ilmu dari perilaku ekonomika (<em>behavior economics</em>), sedangkan Howell dan Dpboye (dalam Munandar, 2001), mengemukakan bahwa perilaku konsumtif merupakan bagian dari aktivitas dan kegiatan mengkonsumsi suatu jasa dan barang yang dilakukan oleh konsumen.Selanjutnya mengenai pengertian konsumtif secara harafiah menurut Echols dan Shadly (dalam Yuriani, 1994) adalah merupakan bentuk kata sifat yang berasal dari “<em>consumer</em>” yang berarti memakai produk, baik barang-barang industri maupun jasa, konsumtif berarti bersifat mengkonsumsi produk atau barang secara berlebihan.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan dari beberapa pengertian telah dikemukakan, maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa perilaku konsumtif adalah perilaku individu yang ditunjukan untuk mengkonsumsi secara berlebihan dan tidak terencana terhadap jasa dan barang yang kurang atau bahkan tidak diperlukan. Perilaku ini lebih banyak dipengaruhi oleh nafsu yang semata-mata untuk memuaskan kesenangan serta lebih mementingkan keinginan dari pada kebutuhan. Sehingga tanpa pertimbangan yang matang seseorang begitu mudah melakukan pengeluaran untuk macam-macam keinginan yang tidak sesuai dengan kebutuhan pokoknya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. </strong><strong>Faktor-faktor yang Memengaruhi Perilaku Konsumtif</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Berbicara mengenai perilaku konsumtif, maka tidak lepas dari masalah proses keputusan pembelian. Menurut Assuari (1987), tingkat keinginan seseorang menempati tingkat yang paling tinggi dalam pembelian.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian Assuari (1987) menambahkan bahwa perilaku konsumtif dapat terjadi karena:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Pembelian ingin tampak berbeda dari yang lain</p>
<p style="text-align:justify;">Remaja melakukan pembelian atau pemakaian dengan maksud unuk menunjukkan bahwa dirinya berbeda dengan yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Ikut-ikutan</p>
<p style="text-align:justify;">Seseorang melakukan tindakan pembelian hanya untuk meniru orang lain atau kelompoknya dan mengikuti mode yang sedang beredar.</p>
<p style="text-align:justify;">Stanton (1996) mengatakan bahwa ada kekuatan-kekuatan psikologis yang mempengaruhi perilaku konsumtif, yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Pengalaman belajar</p>
<p style="text-align:justify;">Kunci untuk memahami perilaku pada konsumen terletak pada kemampuan menginterpretasikan dan meramalkan proses belajar konsumen.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Kepribadian</p>
<p style="text-align:justify;">Kepribadian didefinisikan sebagai pola ciri-ciri seseorang yang menjadi faktor penentu dalam perilaku responnya.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Konsep diri atau citra diri</p>
<p style="text-align:justify;">Konsep diri dipengaruhi oleh kebutuhan psikologis dan fisik yang dibawa sejak lahir dan dipelajari selama proses perkembangan diri. Biasanya orang memilih suatu produk dan merek yang sesuai dengan konsep dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sarwono (1994), mengatakan bahwa perilaku konsumtif biasanya lebih dipengaruhi oleh faktor emosional dari pada rasio, karena pertimbangan-pertimbangan dalam membuat keputusan untuk membeli atau menggunakan suatu barang dan jasa lebih menitik beratkan pada status sosial, mode dan kemudahan dari pada pertimbanhan ekonomis. Ia menambahkan bahwa perilaku konsumtif berkaitan dengan proses belajar. Artinya dalam perkembangan individu akan belajar bahwa memperoleh suatu barang dan jasa atau melakukan perbuatan tentunya dapat memberikan kesenangan atau justru perasaan tidak enak.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. </strong><strong>Aspek-aspek Perilaku Konsumtif</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Lina dan Rasyid (1997) menyebutkan ada tiga aspek dalam perilaku konsumtif, yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Aspek pembeli impulsif</p>
<p style="text-align:justify;">Adalah pembelian yang didasarkan pada dorongan dalam diri individu yang muncul tiba-tiba.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Aspek pembelian tidak rasional</p>
<p style="text-align:justify;">Adalah pembelian yang dilakukan karena kebutuhan, tetapi karena gengsi agar dapat dikesankan sebagai orang yang modern atau mengikuti mode. Pendekatan ini diperkuat oleh Lubis (dalam Lina &amp; Rasyid, 1997), mengatakan bahwa perilaku konsumtif adalah suatu perilaku membeli yang tidak lagi didasarkan pada pertimbangan yang rasional melainkan karena adanya keinginan yang sudah mencapai taraf yang sudah tidak rasional.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Aspek pembelian boros atau berlebihan</p>
<p style="text-align:justify;">Adalah pembelian suatu produk secara berlebihan yang dilakukan oleh konsumen.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. </strong><strong>Tipe-tipe Perilaku Konsumen</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Perilaku konsumen dalam pembeliannya dapat dikelompokkan ke dalam empat tipe (Sutisna, 2003):</p>
<p style="text-align:justify;">1. Pertama, adalah konsumen dalam pembeliannya dengan pembuatan keputusan (timbul kebutuhan, mencari informasi dan mengevaluasi merek serta memutuskan pembelian), dan dalam pembeliannya memerlukan keterlibatan tinggi. Dua interaksi ini menghasilakn tipe perilaku pembelian yang kompleks (<em>complex decision making</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">2. Kedua, perilaku konsumen melakukan pembelian terhadap satu merek tertentu secara berulang-ulang dan konsumen mempunyai keterlibatan tinggi dalam proses pembeliannya. Perilaku konsumen seperti itu menghasilkan tipe perilaku konsumen yang loyal terhadap merek (<em>brand loyatity</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">3. Ketiga, perilaku konsumen melakukan pembeliannya dengan pembuatan keputusan dan pada proses pembeliannya konsumen merasa kurang terlibat. Perilaku pembelian seperti itu menghasilkan tipe perilaku konsumen <em>limited decision making</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Keempat, perilaku yang dalam pembelian atas suatu merek produk berdasarkan kebiasaan dan pada saat melakukan pembelian, konsumen merasa kurang terlibat. Perilaku seperti itu menghasilkan perilaku tipe inertia.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>B. </strong><strong>Remaja</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>1. </strong><strong>Pengertian Remaja</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Istilah <em>adolescence </em>atau remaja berasal dari kata latin adolescere (kata bendanya, adolescentia yang berarti remaja) yang berarti “tumbuh” atau “tumbuh menjadi dewasa”. Bangsa primitive dan orang-orang zaman purbakala memandang masa puber dan masa remaja tidak berbeda dengan periode-periode lain dalam rentang kehidupan; anak dianggap sudah dewasa apabila sudah mampu mengadakan reproduksi.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut hukum di Amerika Serikat saat ini, individu dianggap telah dewasa apabila telah mencapai usia delapan belas tahun, bukan dua puluh satu tahun seperti sebelumnya. Perpanjangan masa remaja, setelah individu matang secara seksual dan sebelum diberi hak dan tanggung jawab orang dewasa mengakibatkan kesenjangan antara apa yang secara popular dianggap budaya remaja dan budaya dewasa. Budaya ini memiliki hierarki sosialnya sendiri, nilai-nilai dan norma perilaku sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Budaya kawula muda dalam masyarakat Amerika saat ini berbangsa diri karena berbeda dengan budaya orang dewasa. Konformitas terhadap standar budaya kawula muda mempunyai dua efek yang serius dan mendasar. Pertama, konformitas menyebabkan alienasi (keterasingan) dan protes terhadap budaya dewasa dan kedua, konformitas merupakan persiapan yang buruk untuk memasuki masyarakat dewasa yang ditandai oleh nilai-nilai dewasa. Para remaja yang harus mengikuti standar budaya kawula muda bila ingin diterima oleh budaya dewasa. Misalnya, gaya pakaian dan tata rambut yang tidak rapih, yang didukung standar budaya kawula muda saat ini tidak diterima oleh budaya dewasa dan harus diubah secara drastis oleh remaja, dalam menyongsong kematangan secara hukum, ingin menjadi bagian dari budaya orang dewasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Masa remaja adalah waktu meningkatnya perbedaan di antara anak muda mayoritas, yang diarahkan untuk mengisi masa dewasa dan menjadikannya produktif, dan minoritas yang akan berhadapan dengan masalah besar. Masa remaja, menurut Mappiare (1982), berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. Rentang usia remaja ini dapat di bagi menjadi dua bagian, yaitu usia 12 atau 13 tahun sampai dengan 17 atau 18 tahun adalah masa remaja awal dan usia 17 atau 18 sampai dengan 21 atau 22 tahun adalah masa remaja akhir. Perkembangan lebih lanjut, istilah <em>adolescence </em>sesungguhnya memiliki arti yang luas, mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik (Hurlock, 1991). Pandangan ini di dukung oleh Piaget (Hurlock, 1991) yang  mengatakan bahwa secara psikologis, remaja adalah suatu usia di mana mulai terintegrasi ke dalam masyarakat dewasa, suatu usia di mana anak tidak merasa bahwa dirinya berada di bawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama atau paling tidak sejajar. Memasuki masyarakat dewasa ini mengandung banyak aspek afektif, lebih atau kurang dari usia pubertas.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya menurut Papalia (dalam Mukhtar dkk, 2003) remaja sebagai masa peralihan dari masa anak-anak ke dewasa, diawali dengan masa puber yaitu proses perubahan fisik yang ditandai dengan kematangan seksual, kognisi dan psikososial yang berkaitan satu sama lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi berdasarkan uraian diatas disimpulkan bahwa remaja adalah kelompok individu yang sedang mengalami masa pertumbuhan, masa peralihan dari kanak-kanak menuju kedewasa. Diawali dengan masa puber, yang ditandai dengan perubahan fisik, kematangan seksual, kognisi dan psikososial. Dengan rentang usia antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. </strong><strong>Ciri-ciri Masa Remaja</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Seperti halnya dengan semua periode penting selama rentang kehidupan, masa remaja mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakan dengan periode sebelum dan sesudahnya (Hurlock, 1991). Ciri-ciri tersebut akan diterangkan secara singkat di bawah ini, yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Masa Remaja sebagai Periode yang Penting</p>
<p style="text-align:justify;">2. Masa Remaja sebagai Periode Peralihan</p>
<p style="text-align:justify;">3. Masa Remaja sebagai Periode Perubahan</p>
<p style="text-align:justify;">4. Masa Remaja sebagai Masa Mencari Identitas</p>
<p style="text-align:justify;">5. Masa Remaja sebagai Usia yang Menimbulkan Ketakutan</p>
<p style="text-align:justify;">6. Masa Remaja sebagai Masa yang Tidak Realistik</p>
<p style="text-align:justify;">7. Masa Remaja sebagai Ambang Masa Dewasa</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. </strong><strong>Tugas-tugas Perkembangan Masa Remaja</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tugas perkembangan masa remaja di fokuskan pada upaya meninggalkan sikap dan perilaku kekanak-kanakan serta berusaha untuk mencapai kemampuan berdasarkan dan berperilaku secara dewasa. Adapun tugas-tugas perkembangan masa remaja, menurut Hurlock (1991) adalah berusaha untuk:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Mampu menerima keadaan fisiknya.</li>
<li>Mampu menerima dan memahami peran seks usia dewasa.</li>
<li>Mampu membina hubungan baik dengan anggota keluarga yang berlainan jenis.</li>
<li>Mencapai kemandirian emosional.</li>
<li>Mencapai kemandirian ekonomi.</li>
<li>Mengembangkan konsep dan keterampilan intelektual yang sangat diperlukan untuk melakukan peran sebagai anggota masyarakat.</li>
<li>Memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai orang dewasa dan orang tua.</li>
<li>Mengembangkan perilaku tanggung jawab sosial yang diperlukan untuk memasuki dunia dewasa.</li>
<li>Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan.</li>
<li>Memahami dan mempersiapkan berbagai tanggung jawab kehidupan keluarga.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Tugas-tugas perkembangan fase remaja ini amat berkaitan dengan perkembangan kognitifnya, yaitu fase operasional formal. Kematangan pencapaian fase kognitif akan sangat membantu kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas perkembangan dan diperlukan kemampuan kreatif remaja. Kemampuan kreatif ini banyak diwarnai oleh perkembangan kognitifnya.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. </strong><strong>Tahap-tahap Perkembangan Masa Remaja</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam proses penyesuaian diri menuju kedewasaan, ada tiga faktor perkembangan remaja (Sarwono, 2003):</p>
<p style="text-align:justify;">1. Remaja awal (<em>early adolescence</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">2. Remaja madya (<em>middle adolescence</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">3. Remaja akhir (<em>late adolescence</em>)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. </strong><strong>Perilaku Konsumtif pada Masa Remaja</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Reynold dan Wheels (1991) mengemukakan bahwa remaja sebagai salah satu kelompok konsumen seringkali menjadi sasaran iklan berbagai macam produk dan jasa. Hal ini dikarenakan pada usia tersebut remaja mulai sadar akan penampilan dirinya dan pandangan penerimaan sosial. Sehingga kehidupan sehari-hari remaja mengarah pada pola konsumtif.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi produsen, kelompok usia remaja adalah salah satu pasar yang potensial, alasannya antara lain bukan saja karena pola konsumtif seseorang terbentuk pada usia remaja, tapi disamping itu biasanya remaja mudah terbujuk rayuan iklan, suka ikut-ikutan dan cenderung boros. Sifat-sifat remaja inilah yang dimanfaatkan oleh sebagian produsen untuk memasuki pasar remaja (Stone dalam Prabu, 1988).</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Munandar (2001) ciri-ciri dari kelompok konsumen remaja yang digolongkan berdasarkan ciri-ciri demografis:</p>
<p style="text-align:justify;">1)      Remaja amat terpengaruh rayuan penjual.</p>
<p style="text-align:justify;">2)      Mudah terbujuk iklan terutama pada perapihan kertas bungkus (apalagi dihiasi dengan warna-warna menarik).</p>
<p style="text-align:justify;">3)      Tidak berfikir hemat.</p>
<p style="text-align:justify;">4)      Kurang realistis, romantis dan impulsif.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>C. </strong><strong><em>Chatting</em></strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>1. </strong><strong>Pengertian <em>Chatting</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Komunikasi merupakan hal yang paling mendasar bagi manusia. Oleh karena itu, manusia akan mencari banyak teman untuk saling bertukar pendapat, sharing dan lain sebagainya. Untuk menjalin komunikasi dengan teman di wilayah lain, bahkan di negara lain. Sekarang telepon pun telah berkembang dengan demikian pesatnya. Kini, kita sudah dapat untuk tidak menggunakan telepon yang harus di tempat. Namun, telepon kini dapat di bawa ke mana-mana dan dikenal dengan istilah telepon selular. Telepon dengan demikian memanfaatkan teknologi <em>Global System for Mobile communication</em> (GSM) dan <em>Code Division Multiple Acces</em> (CDMA).</p>
<p style="text-align:justify;">Dan untuk istilah komunikasi untuk anak muda melalui internet biasa di kenal dengan istilah <em>chatting</em>. <em>Chatting</em> yang berhubungan dengan internet merupakan istilah yang dipakai untuk aktivitas komunikasi dengan teks yang terjadi pada saat yang bersamaan antara satu atau lebih partisipan dengan menggunakan media komputer (Alvarez &amp; Curran, 1997). Murphy dan Collins (1997) mengartikan <em>electronic chat</em> sebagai pertukaran suatu set susunan kata-kata dan kalimat berbentuk teks yang nyata dan pendek-pendek, biasanya satu hingga tiga baris antar pengguna <em>chatting y</em>ang terhubung pada sistem dan fasilitas komputer yang sama. Interaksi<em> chatting </em>berupa barisan teks yang diawali dengan nama panggilan atau <em>nickname</em>, dan menggulungnya “layar <em>Chatting</em>” ketika kalimat-kalimat baru muncul<em>.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Chatting</em> dapat dilakukan dengan menggunakn komputer yang terhubung pada internet melalui modem dan sambungan telepon yang kemudian dihubungkan juga pada suatu <em>chat room </em>tertentu. Karena penggunaannya yang tidak terlalu rumit, <em>chatting</em> menjadi suatu media komunikasi yang cocok dengan perkembangan teknologi di seluruh dunia yang semakin canggih. Siapapun yang terhubung pada internet dapat memakai program <em>chatting</em> untuk berinteraksi dengan pengguna-pengguna lainnya dari seluruh dunia. <em>Chatting</em> bisa berlangsung antara satu orang dengan orang lain dapat juga dalam suatu kelompok. Seorang <em>chatter</em> (istilah yang dipakai untuk pengguna <em>chat</em>) dapat memilih kelompok-kelompok dimana ia ingin mengobrol bersama dengan topik-topik tertentu.</p>
<p style="text-align:justify;">Istilah <em>chatting</em> ini sebenarnya berasal dari IRC, dimana seseorang dapat saling berkomunikasi dengan menginstal perangkat lunak. Adapun singkatan dari IRC adalah <em>Internet Relay Chat</em> yaitu suatu system yang memungkinkan seseorang berbicara secara langsung antar dua atau lebih (multi user). IRC di desain untuk komunikasi grup yang dikenal dengan channel, IRC terdiri dari banyak channel (multi channel) dan multi server, dengan modus teks yang diketikan di keyboard maupun grafik dengan tambahan perangkat multi media, dan mengunakan jaringan internet (TCP atau IC). Tetapi IRC pun mengizinkan melakukan komunikasi secara individu. Dengan demikian dengan menggunakan IRC seseorang bisa berkomunikasi langsung dengan siapa saja yang terhubung ke internet. Semakin majunya dunia komunikasi saat ini telah merambah dunia telekomunikasi pula. Dengan menggunakan teknologi internet, seseorang dapat melakukan komunikasi dengan orang lain. Banyak fasilitas internet yang disediakan untuk berkomunikasi, misalnya surat elektronika (e-mail), mailinglist, forum, IRC, Voice over Internet Protokol (VoIP) dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Chatting</em> di bagi menjadi dua, yaitu berupa teks dan suara. Contoh <em>chatting</em> berbasiskan teks adalah mIRC, Yahoo Messeger, dan ICQ di mana intruksi berbasiskan teks. Pengguna hanya mengetik teks pada program yang tersedia dan mengirimnya pada lawan bicaranya. Sebaliknya <em>Chatting</em> berupa suara dapat disebut VoIP, contohnya Skype, Yahoo Messeger with Voice dan Google Talk. VoIP membutuhkan sebuah aplikasi yang disebut Instant Messeging (IM). VoIP dapat diimplementasikan pada jaringan internet mana pun, tetapi <em>bandwith</em> pun berpengaruh dalam hal ini. Apabila<em> brandwith</em> tersedia kecil, maka suara yang terdengar akan putus-putus. Pada VoIP, terjadi pengiriman data seperti melakukan streaming, sehingga membutuhkan <em>brandwith</em> yang besar.<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. </strong><strong>Syarat dan Ketentuan <em>Chatting</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk bisa melakukan <em>chatting</em> harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">1)     Komputer harus terhubung dengan jaringan internet.</p>
<p style="text-align:justify;">2)      Komputer sudah ter-install program aplikasi <em>chatting</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">3)      Mempunyai ID atau Nickname dan password yang akan digunakan untuk login.</p>
<p style="text-align:justify;">4)      Memahami dasar-dasar cara menggunakan program aplikasi <em>chatting</em> tersebut.<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. </strong><strong>Faktor-faktor yang Menjadi Pertimbangan <em>Chatter</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam memilih suatu program dan bentuk <em>chat</em>, terdapat beberapa faktor yang menjadi pertimbangan seorang <em>chatter </em>(Alvarez &amp; Curran, 1997). Faktor-faktor tersebut antara lain adalah:</p>
<ol>
<li><em>Chat room </em>hendaknya memiliki sebuah topik dimana percakapan yang terjadi memang sesuai dengan topik <em>room </em>tersebut.</li>
<li><em>b. </em><em>Chat room </em>memiliki kesederhanaan tampilan sehingga <em>chatter </em>dapat dengan mudah menggunakan karakter-karakter dari program <em>chat.</em></li>
<li><em>Chat room </em>dengan program<em> chat </em>sebaiknya dapat dengan mudah dimasuki oleh <em>chatter</em> setelah memasang program dan memilih <em>nickname</em>.</li>
<li>Seorang <em>chatter </em> dapat menggunakan identitas anonim, karena bagaimanapun juga individu-individu yang berada dalam suatu <em>chat room </em>adalah orang asing yang tidak benar-benar mengenal satu sama lain.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Dari seluruh program-program dan pilihan bentuk <em>chat</em> yang tersedia di internet, seorang <em>chatter </em> dapat memutuskan program dan bentuk <em>chat </em>yang ibgib digunakannua sesuai keinginan dan kemudahan bagi <em>chatter</em> tersebut.<strong></strong></p>
<p><strong>4. </strong><strong>Alasan Para Remaja Melakukan <em>Chatting</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Biasanya orang akan memilih program <em>Chatting</em> yang paling banyak digemari dan mudah mengoperasikannya. Tempat berkumpulnya sebuah komunitas atau kelompok untuk saling berkomunikasi dengan chat ini disebut dengan chat room, sedangkan percakapan itu sendiri dikenal denganh istilah dinding. Ada banyak manfaat yang bisa kita ambil dari program <em>Chatting</em> ini, diantaranya:</p>
<p style="text-align:justify;">1)      Media komunikasi yang sangat murah, asal terhubung dengan internet maka kita bisa <em>Chatting</em> ke seluruh dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">2)      Dapat dimanfaatkan untuk mencari teman sebanyak-banyaknya, tanpa mempedulikan batasan negara bahkan benua.</p>
<p>3)      Dapat dijadikan sebagai media diskusi, saling bertukar ilmu, pengetahuan dan pengalaman.</p>
<p style="text-align:justify;">4)      Media promosi yang efektif dan efisien.</p>
<p style="text-align:justify;">5)      Untuk mengusir rasa kesepian dan mengatasi kebosanan.</p>
<p style="text-align:justify;">6)      Mampu menggunakan atau mengoperasikan atau mengikuti perkembangan teknologi informasi saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">7)      Untuk menemukan jati diri atau identitas diri.</p>
<p style="text-align:justify;">8)      Untuk meningkatkan konsep diri dan tingkat konformitas terhadap kelompok teman sebaya, agar dapat diakui keberadaan diri sebagai salah satu anggota kelompok.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>BAB III</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>KESIMPULAN</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari penguraian permasalah dan teori di atas maka dapat di tarik kesimpulan bahwa <em>chatting</em> pada zaman eraglobalisasi ini sudah mendunia di semua kalangan usia yang khususnya di kalangan remaja. <em>Chatting</em> di kalangan remaja sudah menjadi <em>trend</em>, selain itu <em>chatting</em> digunakan remaja sebagai alat komunikasi dengan teman, saudara, kerabat dan siapapun baik yang berasal dari satu daerah ataupun diluar daerah bahkan sampai di luar negeri. Sehingga hal ini membuat para remaja tertarik akan <em>chatting</em>, tidak hanya remaja wanita namun remaja priapun tertarik akan <em>chatting</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Chatting</em> adalah percakapan interaktif antar sesama pengguna komputer yang terhubung dalam suatu jaringan. Percakapan ini bisa dilakukan dengan saling berinteraktif melalui teks, maupun suara. Berbagai aplikasi dapat digunakan untuk <em>chatting</em> ini, baik melalui sms, aplikasi messenger seperti <em>Yahoo! Messenger</em>, <em>MSN Messenger</em>, mIRC, dll.</p>
<p style="text-align:justify;">Perilaku remaja saat ini terhadap <em>chatting</em> terkadang berlebihan, remaja dapat menghabiskan waktu berjam-jam bahkan seharian penuh untuk melakukan <em>chatting</em> di depan PC komputer atau yang paling mudah saat ini dilakukan dengan menggunakan <em>handphone</em> (hp). Dengan hp remaja biasanya dapat melakukan <em>chatting</em> kapan saja dan dimana saja. Remaja yang candu akan <em>chatting </em>seperti tersebut bisa mengeluarkan biaya yang kadang tidak sedikit, karena dengan menggunakan fasilitas <em>chatting </em>di<em> </em>handphone seorang remaja harus membeli pulsa yang kadang melebihi dari <em>budget </em>(pengeluaran) untuk satu bulannya. Untuk saat ini, para remaja banyak menggunakan provider GSM, karena provider GSM saat ini terbilang cukup murah yaitu dengan harga 1,1/kb atau Rp.100/menit. Remaja sudah dapat berkomunikasi dengan teman, saudara, kerabat dan siapapun baik yang berasal dari satu daerah ataupun diluar daerah bahkan sampai di luar negeri. Bagi remaja yang tidak memiliki handphone dengan dukungan internet mobile ataupun tidak memiliki akses internet di PC komputer rumah, saat ini tidak menjadi kendala bagi pera pecandu <em>chatting</em> karena saat ini sudah banyak tempat-tempat yang menyediakan wi-fi untuk mengakses ke internet dan warung internet (WARNET). Dimana remaja yang melakukan <em>chatting </em>di warung internet (WARNET) harus menyediakan biaya ekstra besar. Remaja dapat menghabiskan waktu berjam-jam untuk melakukan <em>chatting</em> baik yang dilakukan<em> </em>dari handphone maupun di warung internet (WARNET), maka kurang lebih untuk per-minggunya remaja bisa menghabiskan uang yang cukup besar hanya untuk melakukan <em>chatting </em>saja. Namun buat para remaja pecandu <em>chatting</em> hal tersebut bukanlah menjadi penghalang untuk mereka dan merekapun terkadang tidak menghitung berapa banyak uang serta waktu yang mereka keluarkan untuk <em>chatting, </em>karena bagi mereka dengan melakukan <em>chatting</em> ada kepuasan tersendiri seperti dapat berkomunikasi dengan siapapun, mendapatkan banyak teman dan mengusir rasa sepi. Dengan demikian perilaku menggunakan <em>chatting</em> tidak lagi menempati fungsi yang sesungguhnya atau selayaknya yang dapat menjadi suatu ajang pemborosan biaya, karena banyak dilakukan oleh remaja yang belum memiliki penghasilan sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Perilaku ini dapat dikatakan sebagi perilaku konsumtif. Perilaku konsumtif adalah tindakan yang dilakukan dalam mengkonsumsi berbagai macam barang kebutuhan (Cahayana (1995)). Lalu Tambunan (2001) menambahkan bahwa perilaku konsumtif menunjukan pada perilaku konsumen yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari nilai produksinya untuk barang dan jasa yang bukan menjadi kebutuhan pokok. Perilaku konsumtif tersebut banyak melanda kehidupan para remaja khususnya. Hal ini dikarenakan pada usia remaja tersebut remaja mulai sadar akan penampilan dirinya dan pandangan terhadap penerimaan sosial. Dan perilaku konsumtif remaja juga di duga terkait dengan karakteristik psikologis tertentu yang dimilik oleh remaja yaitu konsep diri mereka sebagai remaja dan tingkat konformitas terhadap teman sebaya. Seperti diketahui masa remaja merupakan tahap peralihan antara masa anak-anak dengan masa dewasa yang di tandai dengan berbagai perubahan baik dalam aspek fisik, sosial dan psikologis. Di mana perubahan tersebut bermuara pada upaya menemukan jatidiri atau identitas diri. Sehingga kehidupan sehari-hari remaja mengarah pada pola konsumtif.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka dapat di tarik kesimpulan bahwa terdapat kecenderungan perilaku konsumtif di kalangan remaja. Ini disebabkan karena remaja mudah terpengaruh <em>trend mode</em> pada zaman sekarang. Sehingga bagi para remaja menggunakan <em>chatting</em> dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka dan menjadi suatu kebiasaan di kalangan remaja saat ini. Walaupun para remaja harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk melakukan <em>chatting</em>, hal ini semata-mata hanya agar mereka dapat diterima atau bergaul dalam lingkungan atau komunitasnya.sumber :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ali, M., &amp; Mohammad A. (2006). <em>Psikologi remaja: Perkembangan peserta didik</em>. Jakarta: Bumi Aksara.</p>
<p style="text-align:justify;">Assuari, A. (1987). <em>Manajemen pemasaran</em>. Jakarta: Rajawali.</p>
<p style="text-align:justify;">Bayu, N. (2004). <a href="http://www.dpu-online.com/index.php">www.dpu-online.com/index.php</a>. Akses 7 Maret 2009.</p>
<p style="text-align:justify;">Cahyana, Y.Y. (1995). Iklan televisi dan perilaku konsumtif remaja di perkotaan. <em>Hasil penelitian</em>. Surabaya: Universitas airlangga.</p>
<p style="text-align:justify;">Feri. (2005). <a href="http://www.total.or.id/info.php">www.total.or.id/info.php</a>. Akses 5 Maret 2009. (tanpa judul).</p>
<p style="text-align:justify;">Fromm, E. (1998). <em>To have or to be</em>. New York: The Continum Publishing Company.</p>
<p style="text-align:justify;">Hadi, M.S. (2008). <em>Raja chatting</em>. Surabaya: Tiara Aksa.</p>
<p style="text-align:justify;">Hurlock, E.B. (1991). <em>Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan</em>. Penterjemah: Istiwidayanti dan soedjarwo. Jakarta: Erlangga.</p>
<p style="text-align:justify;">Hurlock, E.B. (1993). <em>Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan</em>. Penterjemah: Istiwidayanti dan soedjarwo. Jakarta: Erlangga</p>
<p style="text-align:justify;">Jajang. (2005). <a href="http://www.total.or.id/info.php">www.total.or.id/info.php</a>. Akses 5 Maret 2009. (tanpa judul).</p>
<p style="text-align:justify;">Lina &amp; Rasyid, H.F. (1997). Perilaku konsumtif berdasarkan locus of control pada remaja putra. <em>Jurnal Psikologika,. 4</em>, hal 24-28.</p>
<p style="text-align:justify;">Monks, dkk. (2001). <em>Psikologi perkembangan</em>. Yogyakarta: Universitas Gaja Mada.</p>
<p style="text-align:justify;">Munandar, A.S. (2001). <em>Psikologi industri dan organisasi</em>. Jakarta: Universitas Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Nissa, A. (2003). Hubungan antara konsep diri dan sikap terhadap diskon dengan perilaku konsumtif. <em>Skripsi </em>(tidak diterbitkan). Surakarta: Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Nugroho, B. (2008). <em>Internet sederhana untuk ukm</em>. Yogyakarta: Gradien Mediatama.</p>
<p style="text-align:justify;">Nurastari, D. (2001). Pemenuhan kebutuhan afiliasi pengguna Interner Relay Chat (IRC) yang didapat dari komunitas chatting-nya. <em>Skripsi</em> (tidak diterbitkan). Jakarta: Universitas Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Oetomo, B.S.D, dkk. (2007). <em>Pengantar teknologi informasi internet: Konsep dan aplikasi</em>. Yogyakarta: ANDI.</p>
<p style="text-align:justify;">Prabu, A.M. (1998). <em>Perilaku konsumen</em>. Bandung: PT. Eresko.</p>
<p style="text-align:justify;">Sarwono. (1994). Iklan tekevisi dan perilaku konsumtif remaja di perkotaan. <a href="http://www.suarapembaruan.com/news">www.suarapembaruan.com/news</a>. Akses 20 Maret 2009.</p>
<p style="text-align:justify;">Sarwono, S.W. (2003). <em>Psikologi remaja (edisi revisi).</em> Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.</p>
<p style="text-align:justify;">Sutisna. (2003). <em>Perilaku konsumen dan komunikasi pemasaran</em>. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tambunan, R. (2001). Remaja dan perilaku konsumtif.www.e-psikologi.com.</p>
<p style="text-align:justify;">Team Cyber. (2008). <em>30 menit jago chatting</em>. Jakarta: PT. Buku Kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Umar, H. (2003). <em>Metode riset perilaku konsumen jasa</em>. Jakarta: Ghalia Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Yin, R.K. (2004). <em>Studi kasus design dan metode</em>. Jakarta: PT. Raja Grafindo.</p>
<p style="text-align:justify;">Yuhefizar. (2008). <em>10 jam menguasai internet: Teknologi dan aplikasinya</em>. Jakarta: PT. Elex Medi Komputindo.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ainiyuwanisa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ainiyuwanisa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ainiyuwanisa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ainiyuwanisa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ainiyuwanisa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ainiyuwanisa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ainiyuwanisa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ainiyuwanisa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ainiyuwanisa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ainiyuwanisa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ainiyuwanisa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ainiyuwanisa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ainiyuwanisa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ainiyuwanisa.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainiyuwanisa.wordpress.com&amp;blog=9950712&amp;post=10&amp;subd=ainiyuwanisa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2009/11/15/perilaku-konsumtif-pada-remaja-terhadap-chatting-tugas-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e4518bd2a7f3741e3fb93e698ab788?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ainiyuwanisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terima Kasih..</title>
		<link>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2009/10/20/terima-kasih/</link>
		<comments>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2009/10/20/terima-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 02:30:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ainiyuwanisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ainiyuwanisa.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[ass,, Saya atas nama panitia Penggalangan Dana untuk SUMBAR mengucapkan terima kasih kepada seluruh dosen, mahasiswa/i, dan warga lingkungan kampus D,  H, E, G, J dan Cingkareng Universitas Gunadarma atas partisipasi.nya dalam Penggalangan Dana untuk SUMBAR baik dalam bentuk material maupun moril. Alhamdulillah pengalangan dana yang dilakukan mulai tanggal 6 Oktober- 18 Oktober 2009 terkumpul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainiyuwanisa.wordpress.com&amp;blog=9950712&amp;post=6&amp;subd=ainiyuwanisa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">ass,,</p>
<p style="text-align:justify;">Saya atas nama panitia Penggalangan Dana untuk SUMBAR mengucapkan terima kasih kepada seluruh dosen, mahasiswa/i, dan warga lingkungan kampus D,  H, E, G, J dan Cingkareng Universitas Gunadarma atas partisipasi.nya dalam Penggalangan Dana untuk SUMBAR baik dalam bentuk material maupun moril.</p>
<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah pengalangan dana yang dilakukan mulai tanggal 6 Oktober- 18 Oktober 2009 terkumpul dana sebesar +- Rp. 50.950.000,-. Dana tersebut sudah kami berikan langsung ke SUMBAR pada tanggal 21-22 Oktober 2009 di Pariaman-Korong Palembayan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi atas nama pribadi dan panitia Pnggalangan Dana mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak.</p>
<p style="text-align:justify;">wss.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ainiyuwanisa.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ainiyuwanisa.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ainiyuwanisa.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ainiyuwanisa.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ainiyuwanisa.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ainiyuwanisa.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ainiyuwanisa.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ainiyuwanisa.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ainiyuwanisa.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ainiyuwanisa.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ainiyuwanisa.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ainiyuwanisa.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ainiyuwanisa.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ainiyuwanisa.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ainiyuwanisa.wordpress.com&amp;blog=9950712&amp;post=6&amp;subd=ainiyuwanisa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ainiyuwanisa.wordpress.com/2009/10/20/terima-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e4518bd2a7f3741e3fb93e698ab788?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ainiyuwanisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
